
Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan pidato politiknya dalam Dies Natalis dan Rapimnas Partai Demokrat di Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta, Selasa (7/2).
JawaPos.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bercerita pada saat dirinya masih menjabat sebagai Presiden Indonesia. Menurutnya dirinya juga pernah menghadapi politik yang sering panas dan gaduh. Ungkap SBY, parlemen, pers, kaum pengamat dan kalangan LSM sangat kritis bahkan sinis terhadap dirinya dan pemerintahan dimpimpinnya.
"Unjuk rasa kerap terjadi, termasuk pula adanya Gerakan Cabut Mandat SBY yang jiwanya seperti makar (meskipun penglihatan saya belum berkategori makar). Kewibawaan dan kehormatan saya sering diserang dan dilecehkan secara vulgar," ujar SBY dalam Dies Natalies ke-15 Partai Demokrat, Selasa (8/2).
Dalam kondisi dan situasi politik seperti itu, SBY mengaku sempat menyalahkan dirinya sendiri karena menganggap terlalu demokratis dan terlalu baik. Bahkan sejumlah pihak menyarankan dirinya agar lebih tegas dan bertindak keras. "Kata mereka, demokrasi tak cocok untuk Indonesia. Rakyat tak boleh diberi ruang politik terlalu lebar, karena politik akan gaduh dan negara tidak stabil. Elit politik, pemilik modal dan pemimpin media massa kalau menyerang penguasa mesti digembosi dan dibikin diam," katanya.
Namun kendati demikian, SBY berterima kasih kepada orang yang sangat kritis dan sinis dulu, meskipun kini semuanya berubah menjadi pendiam. Karena jasa mereka pemerintahan yang saya pimpin tidak jatuh, dan saya bisa mengakhiri tugas saya tanpa halangan.
Selain itu, SBY juga mengungkapkan di seluruh dunia banyak pemimpin yang akhirnya menjadi tiran dan diktator. Sebenarnya, mereka tidak dilahirkan demikian. Tetapi dalam perjalanan waktu, keadaanlah yang menjadikan seseorang menjadi tiran dan diktator itu. "Apalagi, kalau sang pemimpin tersebut mulai takut kehilangan kekuasaan," tuturnya.
SBY juga pernah bersumpah untuk tidak tergoda menjadi pemimpin yang otoriter dan represif. Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT pun mengabulkan permintaannya. Tetapi sepertinya Sang Pencipta tidak memberikannya begitu saja. Tidak gratisan. Hal itu harus dirinya tebus dengan kesabaran dan ketegaran saya bersama keluarga.
"Kami harus sabar dan tegar menghadapi serangan politik, fitnah dan pembunuhan karakter. Termasuk olok-olok dan penghinaan terhadap pribadi saya," pungkasnya. (cr2/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
