
Ilustrasi
JawaPos.com - Sasaran peredaran narkoba sudah memasuki semua elemen masyarakat. Tidak di kota besar, pedesaan pun sudah menjadi wilayah edar. Bahkan ibu rumah tangga di pedesaan pun jadi target operasi para bandar narkoba. Hal itu diungkap Satnarkoba Polres Mojokerto, Selasa (6/2) lalu.
Astutik, 40, Dusun Ketok, Desa Tunggal Pager, Kecamatan Pungging, dan Susianti, 32, Dusun/Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro. Mereka ditangkap saat kedapatan mengedarkan sabu-sabu. Bahkan diketahui, satu pelaku, Astutik, kini sedang hamil.
Dua pelaku masih dalam satu jaringan juga turut ditangkap. Yakni, Candra Aris Vandha, 36, warga Dusun Patung, Desa/Kecamatan Pungging, dan Selamet Susanto, warga Dusun Ketok, Desa Tunggal Pager, Kecamatan Pungging.
''Keempatnya berhasil dibekuk di rumahnya masing-masing,’’ ungkap AKP Sahari, Kasatnarkoba Polres Mojokerto kepada Jawa Pos Radar Mojokerto. Awalnya, satnarkoba menangkap Candra Aris Vandha di rumah kosnya di Desa Randubango, Kecamatan Mojosari, Senin (6/2) sekitar pukul 09.00.
Dalam penggerebekan itu, dia kedapatan hendak menggelar pesta sabu-sabu bersama satu temannya. Candra juga terbukti membawa sabu-sabu yang dimasukkan dalam sedotan plastik.
’’Jadi, sebelum berpesta, tersangka lebih dulu berhasil kami bekuk,’’ tuturnya. Satu unit handphone milik Candra juga ikut disita sebagai barang bukti. Tak berhenti di situ, satu pelaku perempuan diduga terlibat dalam peredaran sabu-sabu golongan satu, beberapa jam kemudian berhasil ditangkap di rumahnya di Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging.
Ini setelah Astutik yang tengah hamil itu diketahui turut sebagai pengedar dengan menjual barang haram tersebut kepada tersangka sebelumnya. ’’Dalam satu rumah, kami juga menangkap adik Astutik, Selamet. Dia juga satu jaringan dengan kakaknya,’’ beber Sahari.
Dia menegaskan, setelah dilakukan pemeriksaan, di lokasi berbeda di Dusun/Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro, petugas berhasil mengembangkan dengan membengkuk satu tersangka perempuan, yakni Susianti.
Dia digerebek petugas di dalam rumahnya. Selama ini, Susianti disebut-sebut sebagai seorang pemasok sabu-sabu. ’’Dari rumah Susianti ini kami temukan satu bendel plastik klip digunukan tersangka untuk memecah sabu-sabu,’’ tuturnya.
Petugas tengah mendapatkan satu identitas pelaku lain lagi diduga sebagai pengedar besar. Bandar tersebut dimungkin masih beroperasi di wilayah Kabupaten Mojokerto. Identitasnya terungkap melalui percakapan di dalam handphone yang diamankan dari pelaku sebelumnya.
Sahari menegaskan, empat pelaku dalam satu jaringan tersebut memang sudah lama beroperasi di beberapa wilayah. Di antaranya, Pungging, Mojosari, dan Ngoro, bahkan di Sidoarjo dan Pasuruan.
Kini keempatnya sudah digelandang ke Mapolres Mojokerto untuk dilakukan penahanan. ’’Kami juga masih melakukan pengembangan,’’ pungkasnya. Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 114 ayat 1 subsider 112 ayat 1 UU No 35 tentang Narkotika, ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara. (ori/ris/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
