Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Februari 2017 | 15.41 WIB

SilkAir Garap Pasar Umrah - Haji

Penopang utama pasar SilkAir di Indonesia adalah Surabaya, Medan, dan Bandung. - Image

Penopang utama pasar SilkAir di Indonesia adalah Surabaya, Medan, dan Bandung.

JawaPos.com - Kondisi industri penerbangan pada tahun ayam api diprediksi lesu. Net profit maskapai penerbangan di Asia Pasifik diprediksi menurun dari USD 7,3 miliar pada 2016 menjadi USD 6,3 miliar tahun ini.

Vice President Commercial SilkAir (anak perusahaan Singapore Airlines) Ryan Pua mengatakan, banyak maskapai penerbangan melakukan ekspansi rute. Namun, ekspansi itu dikhawatirkan tidak diimbangi dengan peningkatan permintaan karena kondisi ekonomi global belum membaik.

Menurut IATA, kapasitas maskapai penerbangan pada tahun ini diprediksi meningkat 7,6 persen. Sedangkan pertumbuhan permintaan diprediksi hanya 7 persen. Keuntungan maskapai juga tertekan kenaikan harga avtur dari USD 52,1 per barel menjadi USD 64,9 per barel pada tahun ini. ''Bahan bakar berkontribusi sebesar 18,7 persen dari struktur biaya industri penerbangan,'' terangnya.

Asia Pasifik masih menjadi penguasa pasar penerbangan global dengan kontribusi 32,9 persen. Penopang utamanya adalah pertumbuhan jumlah penumpang di Tiongkok. 

Di SilkAir, kontribusi penumpang dari Tiongkok 23-25 persen atau berada di peringkat pertama. Sedangkan kontribusi dari Indonesia 18,7 persen. SilkAir saat ini melayani penerbangan ke-8 kota di Tiongkok dan 12 kota di Indonesia. Penopang utama pasar SilkAir di Indonesia adalah Surabaya, Medan, dan Bandung.

Tingkat keterisian kursi SilkAir tahun lalu mencapai 70 persen. Angka load factor diprediksi meningkat menjadi 73-75 persen tahun ini. ''Kapasitas maskapai sudah terlalu banyak. Jadi, kami tidak berani menargetkan pertumbuhan terlalu tinggi,'' terang Ryan. 

Pada enam bulan pertama 2016-2017, jumlah penumpang SilkAir tumbuh 8,1 persen. SilkAir juga berupaya menggarap pasar umrah dan haji bekerja sama dengan maskapai Scoot. Layanan tersebut dimulai sejak Mei 2016 dengan jumlah penumpang mencapai 2.200 orang per bulan. 

Karena transit di Singapura, layanan penerbangan itu diharapkan mendongkrak wisatawan. Pada tahun lalu, jumlah penumpang dari Indonesia melalui Changi lebih dari 1,5 juta jiwa.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore