
Pemerintah akan mendorong investasi terhadap BUMN untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
JawaPos.com - Lemahnya pertumbuhan investasi menjadi pekerjaan rumah pemerintah yang mesti segera diatasi. Rendahnya investasi dalam tiga tahun terakhir membuat pertumbuhan ekonomi kurang memuaskan.
Menkeu Sri Mulyani Indrawati menyatakan, lemahnya investasi disebabkan beberapa faktor. Salah satunya akibat ketatnya pembiayaan dari perbankan yang masih melakukan konsolidasi. Rendahnya minat pelaku usaha untuk berinvestasi dan mengembangkan usaha juga menjadi faktor yang harus dicermati.
Kondisi perekonomian yang belum stabil membuat pebisnis lebih memprioritaskan untuk memperbaiki kemampuan neraca. "Itu akibat tekanan dari pasar dan internal," kata Sri Mulyani di Jakarta kemarin.
Dia mengakui, rendahnya investasi disebabkan adanya penurunan kontribusi dari belanja pemerintah. Pemotongan anggaran tahun lalu memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Berkurangnya belanja negara juga berdampak pada indikator lain seperti konsumsi rumah tangga.
Pemerintah, lanjut dia, akan mendorong investasi terhadap BUMN. Mantan direktur pelaksana Bank Dunia tersebut berharap hasil penyertaan modal negara (PMN) yang diberikan pemerintah bisa terlihat. Selain itu, pemerintah akan berupaya agar APBN tahun ini lebih kredibel sehingga belanja negara bisa lebih efektif.
"Dari faktor pemerintah, kami usahakan agar tidak menjadi faktor yang menciptakan ketidakpastian,'' katanya.
Sri Mulyani menyatakan, pertumbuhan ekonomi 2016 5,02 persen sudah cukup baik di tengah tekanan kondisi global yang masih bergejolak. "Kita perlu menjaga momentum pada 2017,'' ujarnya.
Dia menambahkan, faktor eksternal seperti kondisi ekonomi di AS dan Eropa masih perlu diwaspadai. Dinamika politik yang terjadi juga diharapkan tidak mengganggu momentum mulai bergairahnya kondisi ekonomi dalam negeri.
Dia menjelaskan, beberapa sektor sudah mencatat pertumbuhan yang positif. Di antaranya, sektor pertambangan yang sudah mulai merangkak naik dan pertumbuhan sektor pertanian.
"Semoga bukan hanya kombinasi dari iklim yang baik, tetapi juga hasil kerja pemerintah untuk menjaga produksi paÂngan,'' tuturnya.
Adapun sektor sekunder seperti manufaktur dianggap masih stabil. Namun, hal itu masih disokong sektor jasa yang selama ini selalu menduduki peringkat tertinggi dalam level pertumbuhannya. (dee/c21/sof)

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
