
Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan pidato politiknya dalam Dies Natalis dan Rapimnas Partai Demokrat di Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta, Selasa (7/2).
JawaPos.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai kebijakan tax amnesty atau pengampunan pajak tidak menyasar ke orang-orang kaya. SBY mempertanyakan program tersebut apa mendayagunakan uang yang diparkir di luar negeri atau sebaliknya.
Menurutnya pemerintah harus berorientasi pada tujuan dan sasaran awal, yakni mengincar uang-uang para konglomerat. "Menggeser sasaran kepada rakyat biasa disertai komunikasi yang tidak baik, membuat masyarakat takut, merasa dikejar-kejar dan tidak tenteram tinggal di negerinya sendiri," ujar SBY dalam pidato di acara Dies Natalies ke-15 Partai Demokrat, JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (7/2) malam.
Presiden keenam tersebut berpendapat sasaran utama tax amnesty haruslah orang-orang terkaya Indonesia. Karena disamping pemerintah mendapatkan uang pemutihan, barangkali masih ada dana yang dapat digunakan untuk menggerakkan ekonomi nasional.
Karenanya tutur SBY adalah tidak bermoral, kalau di tengah gedung-gedung megah dan gemerlapannya kemewahan, namun masih ada jutaan rakyat tidurnya tidak nyenyak lantaran tidak cukup makan.
"Artinya, kesenjangan yang makin menjadi-jadi tidak bisa diterima di negara Pancasila, yang menjunjung tinggi keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya," ungkapnya.
Lebih lanjut pria asal Pacitan, Jawa Timur menambahkan, saat ini banyak sekali teori, strategi dan kebijakan pembangunan yang dianut oleh bangsa-bangsa. Namun, apapun yang dipakai oleh Indonesia, yang penting janganlah pernah meninggalkan paradigma pembangunan yang adil.
"Pembangunan yang tetap berpihak dan berorientasi kepada manusia dan lingkungannya," tuturnya.
Menurut SBY, saat ini fokus pemerintah bukan hanya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keadilan sosial dan terjaganya lingkungan dan sumber-sumber kehidupan. "Inilah yang disebut dengan sustainable growth with equity yang kini dianut oleh banyak negara di dunia," pungkasnya. (cr2/JPG)

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
