Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Februari 2017 | 10.30 WIB

Langkah BP Batam Antisipasi Peternakan Babi Kembali ke Dam Duriangkang

Keberadaan peternakan babi di kawasan Dam Duriangkang membuat pelanggan air bersih di Batam jadi waspada tercemar. - Image

Keberadaan peternakan babi di kawasan Dam Duriangkang membuat pelanggan air bersih di Batam jadi waspada tercemar.

JawaPos.com - Badan Pengusahaan (BP) Batam memastikan setelah relokasi peternanakan babi dilakukan, kawasan Dam Duriangkang tidak bakal diserbu lagi oleh peternakan tersebut.


Direktur Pengamanan BP Batam, Budi Santoso menyebutkan, pada pihaknya memang telah melakukan penertiban terhadpa ternak babi, ruli, keramba, peternakan ayam di dalam kawasan Dam Duriangkang.


Kini dia memastikan tidak ada lagi penertiban di masa mendatang alias kawasan memang tidak bakal akan dimasuki lagi oleh pelaku peternankan. Terutama peternakan babi. Langkahnya, ke depan BP Batam akan membangun lima pos baru.


"Nantinya juga akan ditambahkan empat unit kendaraan roda empat dan 10 unit motor trail untuk melakukan patroli ke kawasan Dam Duriangkang," sebut Budi Santoso seperti dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Rabu (8/2).


Selain itu, Ditpam BP Batam akan mengoptimalkan portal-portal yang ada. Serta membangun portal baru, dan juga membuat parit besar. Sehingga memutus akses masuk.


"Paling penting itu, kami sudah membuat laporan resmi ke Polresta Barelang, dengan melaporkan para peternak babi ini. Dan sudah dalam proses penyidikan, bisa ditanyakan ke Kapolres," tuturnya.


Dengan adanya laporan resmi ini, dia berharap bisa menjadi efek jera bagi oknum masyarakat yang mencoba menganggu stabilitas di sekitaran Dam Duriangkang.


Deputi IV BP Batam, Robert Purba Sianipar mengatakan Dam Duriangkang merupakan waduk andalan di Batam. Sebab dalam satu detik saja, waduk ini memproduksi sebanyak 3 ribu liter air. "Tak hanya peternakan, tapi limbah-limbah dan hal lainnya yang mencemari air di dam akan kami tertibkan juga," tuturnya.


Dia mengatakan kinerja waduk kurang optimal, disebabkan oleh aktivitas ilegal tersebut. "Kami sedang dalam proses menormalisasi, karena kami tak mengharapkan dapat menimbulkan krisis air juga," ujarnya. (ska/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore