Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Februari 2017 | 13.15 WIB

Dicekik, Dikepruk Batu, lalu Dilindas Mobil

DITEMBAK TUNGKAINYA: Tiga tersangka pembunuh Ivan Kristiyanto diamankan aparat Polres Banyuwangi. - Image

DITEMBAK TUNGKAINYA: Tiga tersangka pembunuh Ivan Kristiyanto diamankan aparat Polres Banyuwangi.


JawaPos.com- Misteri kematian Ivan Kristiyanto, 31, yang ditemukan tergeletak di Perkebunan PTPN XII, Kebun Jatirono, Afdeling Kacangan, Dusun Kacangan, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, Sabtu (28/1) akhirnya terkuak. Meski pelaku utama kasus itu belum tertangkap, polisi telah mengamankan tiga orang yang diduga terkait dengan kematian warga RT 4, RW 3, Dusun Lidah, Desa/Kecamatan Gambiran, tersebut.



Ivan dihabisi cukup sadis. Sebelum ditemukan di perkebunan Jatirono, dia lebih dulu ditebas parang, lalu dikepruk batu besar. Aksi kekerasan itu belum cukup. Begitu roboh, Ivan langsung dilindas mobil yang dikendarai pelaku.



Tertangkapnya tiga orang yang terkait dengan kematian Ivan kemarin diekspose di hadapan wartawan di Mapolres Banyuwangi. Ketiga tersangka adalah Dedik Sukoco, 27, warga Dusun Sawahan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng; Jefry An Hanur alias Jupri, 50, warga Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng; dan Mohamad Asrori, 42, warga Desa Tanjung, Kecamatan Randu Agung, Lumajang.



Dedik terlibat langsung dalam pembunuhan Ivan, sedangkan Jefry dan Asrori sebagai penadah mobil Toyota Avanza nopol DK 706 KI milik sebuah rental mobil yang disopiri Ivan. Dedik diamankan dari persembunyiannya di Sempol, Jember, Senin (6/2) pukul 20.00.



Dia terpaksa dilumpuhkan petugas karena berusaha kabur. Kaki kanannya tertembus timas panas hingga membuatnya harus berjalan pincang. Sementara itu, dua penadahnya berhasil diamankan di rumahnya masing-masing.



”Dari tiga pelaku utama, kami baru menangkap satu orang, yakni Dedik. Dua orang masih buron, tapi dua penadahnya berhasil kami amankan,” terang Kasatreskrim AKP Dewa Putu Primayogantara Parsana kemarin.



Untuk mengungkap pembunuh Ivan, pihaknya terbantu dengan keberadaan alat pelacak (GPS) yang dipasang di mobil korban. Lewat sinyal pelacak itulah, mobil yang disopiri Ivan berhasil diamankan dari persembunyiannya di sebuah rumah di Pacitan, Jawa Timur. Dari situlah, polisi akhirnya menemukan dua nama yang diduga sebagai penadah.



Dia adalah Jefry An Hanur alias Jupri dan Mohamad Asrori. Jefry merupakan perantara penjualan mobil kepada Asrori. Mobil tersebut dibeli dari Jefry senilai Rp 29,7 juta. Selanjutnya, mobil itu akan diserahkan kepada Asrori.



Lewat keterangan keduanya itulah, polisi mendapatkan titik terang keberadaan pelaku. Dua hari kemudian, keberadaan Dedik Sukoco pun terlacak. Dia ditangkap saat akan kabur ke Surabaya lewat Sempol, Jember. ”Dia selama ini bersembunyi di sana (Jember, Red),” ujar Kasatreskrim.



Dari hasil penjualan mobil tersebut, Dedik mendapatkan jatah Rp 7 juta. Dua rekannya yang masih buron, Waf dan Moh mendapat 10 juta, sedangkan Jefry menerima Rp 2,5 juta. Dodik pun ”bernyanyi” bahwa aksi kekerasan terhadap Ivan direncanakan sejak 26 Januari lalu di rumahnya.



Modusnya adalah meminta korban mengantar ketiga pelaku ke Surabaya. Dengan mengendarai mobil rental, Ivan menyanggupi permintaan tersebut. Selanjutnya, Dedik dan dua rekannya menunggu di depan Masjid Kajarharjo, Kalibaru.



Sampai di lokasi kejadian, Dedik meminta korban menepi untuk buang air kecil. Tak dinyana, di sana korban dicekik Dedik hingga lemas. Waf kemudian memukul kepala Ivan dengan batu besar. Untuk memastikan korban tewas, Moh pun melindas tubuh Ivan dengan mobil yang dibawanya.



Setelah menyakini korban meninggal, ketiga pelaku (Dedik, Waf, dan Moh) kemudian kabur. Dari penangkapan Dedik dan kedua penadah, polisi mengamankan satu mobil, batu yang digunakan untuk menghabisi korban, dan selebor mobil. Ketiganya terancam dijerat pasal 340 KUHP dan 480 KUHP.



Diduga, motif insiden berdarah tersebut adalah pelaku ingin memiliki mobil korban. Sekadar mengingatkan, mayat Ivan Kristiyanto ditemukan tergeletak di Perkebunan PTPN XII. Saat ditemukan sekitar pukul 09.00, korban yang mengenakan kaus kuning dengan celana 3/4 bermotif kotak itu mulai dikerubuti semut. Kepala dan sekujur tubunya terlihat ada luka memar seperti terkena benda tumpul.



Korban yang bernasib malang tersebut diketahui merupakan sopir lepas yang sering mendapatkan orderan untuk mengantar ke luar kota. (nic/aif/c25/ano)

Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore