Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Februari 2017 | 03.27 WIB

Rektor Universitas Surabaya Prof Joniarto Parung dan Pengalaman Transplan Hati (1)

SAYANG PAPA: Rektor Universitas Surabaya Prof Joniarto Parung (kiri) seusai menjalani operasi transplantasi hati dari donor putri kandungnya, Christabel Annora (kanan), di National University Hospital, Singapura. - Image

SAYANG PAPA: Rektor Universitas Surabaya Prof Joniarto Parung (kiri) seusai menjalani operasi transplantasi hati dari donor putri kandungnya, Christabel Annora (kanan), di National University Hospital, Singapura.

Prof Joniarto Parung, rektor Universitas Surabaya (Ubaya), kini berada di Singapura. Dia sedang menjalani masa penyembuhan setelah operasi transplan hati. Putri pertamanya menjadi donor untuk sang ayah.



PUJI TYASARI



KAMIS, 15 Desember 2016 adalah hari yang sangat bersejarah bagi Prof Joniarto Parung. Betapa tidak. Hari itu dia akan menjalani operasi transplantasi liver dari donor hidup. Donor hidup itu tidak lain adalah ChristabelAnnora, putri pertama Joni yang kini berumur 24 tahun.


Sebagai donor hidup, Christabel harus merelakan sebagian livernya dipotong. Liver itu lalu dicangkokkan pada ayahnya. Yakni, untuk menggantikan liver rusak ayahnya yang harus diangkat secara keseluruhan. Liver Joni memang sudah tidak bisa berfungsi dengan baik.


Joni mengisahkan pengalamannya tersebut melalui surat elektronik kepada Jawa Pos.


Pada malam menjelang pelaksanaan transplantasi liver itu, Christabel mendekati Joni di tempat tidur salah satu kamar National University Hospital (NUH), Singapura. Christabel memegang tangan Joni dan menatapnya langsung. Dia menanyakan apakah papanya takut.


”Takut apa?” Joni balas bertanya, pura-pura tidak paham.


”Takut gagal transplantasi besok,” jelasnya.


Duh... seketika Joni merasa seolah ditindih barbel berat. Hatinya bergetar, teriris, dan pilu. Joni merasakan ada kekhawatiran di mata putrinya.


Saat itu juga pikiran Joni menerawang dan membayangkan peristiwa hampir tiga bulan sebelumnya. Dia merasakan betapa sangat kuat putrinya tersebut. Masih teringat jelas kata-kata gadis itu yang disampaikan kepadanya.


”Papa harus terima kenyataan ini, penyakit kanker ini bukan akhir dari segala hidup dan karya papa. Selama ini papa sudah sangat disayang Tuhan, semua hal baik terjadi atas papa. Pendidikan, karir, keluarga, kesehatan semuanya terbaik bagi kita. Penyakit yang dihadapi sekarang pasti bisa ditangani,” tulis Joni yang menirukan ucapan putrinya. ”Kakak akan menjadi donor bagi papa. Pasti bisa,” ujar sang putri.


”Pa, bagaimana? Papa takut?” tanya Christabel yang membuyarkan lamunan Joni. Joni lalu tersenyum dan mencoba duduk. Dia memeluk putrinya penuh kasih. ”Papa nggak takut, Nak. Selama ini semua proses persiapan berjalan lancar. Papa yakin operasi juga akan disertai dan diperlancar Tuhan,” katanya.


Sejujurnya, Joni malah mengkhawatirkan putrinya. Sebab, sebagian liver putrinya akan didonorkan kepadanya. Dia khawatir akan kesehatan putrinya kelak. Namun, Christabel mengusir kegalauan hati sang ayah. Bahwa kondisi itu hanya untuk sementara. Sebab, livernya juga tumbuh lagi dengan cepat dan normal kembali.


Joni balik bertanya kepada putrinya, apakah dia takut. Christabel mengatakan, jika papanya tidak takut, dirinya juga tidak akan takut. ”Kakak yakin semua akan baik. Tidak takut, kok,” katanya. Dalam hati, Joni begitu bersyukur dirinya dikaruniai putri yang kuat, yang menyayangi, dan berpikiran matang di usia mudanya.


Ya, malam itu benar-benar menggelisahkan Joni. Batin laki-laki yang lahir pada 15 November 1960 tersebut berkecamuk. Tapi, dia harus menampakkan wajah tenang dan ceria agar anak dan istri yang menemaninya di rumah sakit tidak ikut gelisah. Sebelum tidur, dia mengajak istrinya ke kamar Christabel yang ditunggui adik dan tantenya. Mereka bercanda sebentar, lalu berdoa bersama.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore