
PINDAH: Para pedagang pada meninggalkan stan di Wisata Kuliner Keputih.
JawaPos.com – Pemkot perlu mengkaji ulang rencana penambahan Wisata pedagang kaki lima (PKL) maupun pusat kuliner. Sebab, semakin banyak Wisata yang tidak laku dan akhirnya ditinggal pedagang. Lihat saja kondisi Wisata Kuliner Keputih yang kini mangkrak.
Bangunan Wisata Kuliner Keputih terdiri atas dua lantai. Lantai 1 menjajakan produk UMKM dan sayur-mayur. Totalnya ada 57 stan. Lantai 2 diisi 27 stan untuk pedagang makanan-minuman. Pembangunan selesai pada Mei tahun lalu. Pada Agustus seluruh stan dihuni pedagang. Namun, bangunan dua lantai tersebut belum diresmikan. Semula, Wisata kuliner itu ramai pembeli. Namun, lambat laun kondisinya berubah. Pembeli semakin sedikit. Akibatnya, sebagian pedagang memutuskan hengkang dari sana.
Salah seorang pedagang yang memilih hengkang itu adalah Warto. Dia sebenarnya memiliki stan di lantai 1. Kini dia menyewa lahan warga di Jalan Arif Rahman Hakim untuk berjualan buah dan kerajinan kaligrafi. Warto bercerita, dirinya pindah karena sering rugi saat berjualan di Wisata Kuliner Keputih. ’’Dua bulan bertahan saya rugi sampai Rp 20 juta,’’ ungkapnya. Warto menjelaskan, selama menempati Wisata Kuliner Keputih, iuran yang dikeluarkan memang tidak banyak. Hanya Rp 5 ribu per hari untuk listrik, air, dan keamanan. Namun, kondisi yang tidak kunjung ramai membuat Warto enggan bertahan. Di tempat yang sekarang, tarif sewa setahun memang lebih mahal, yakni Rp 15 juta. Namun, dia merasa betah karena dagangannya laris.
Jawa Pos kemarin mendatangi Wisata Kuliner Keputih. Kondisinya kosong melompong. Di dalam stan masih terisi barang-barang seperti kompor dan alat masak. Sejak tiga minggu lalu para pedagang memilih kembali berjualan keliling. Sebetulnya, lokasi Wisata Kuliner Keputih terbilang strategis karena berada tepat di sebelah Terminal Keputih. Selain itu, jarak dengan Taman Harmoni dan Taman Bambu yang ramai wisatawan hanya sekitar 30 meter. Entah mengapa tempat makan-minum tersebut tidak kunjung ramai.
Meski sepi, Ika Damayanti, pedagang soto, masih bertahan. Namun, dia pindah ke lantai 1. Ika mengatakan rugi saat berjualan di atas. Bahkan, dagangannya sering tidak laku sama sekali dalam sehari.
Bukan hanya Ika yang memilih turun. Hasan juga sama. Pemilik warkop itu memakai stan kosong di bawah untuk menjual dagangannya. Padahal, stan tersebut seharusnya dihuni produk UMKM seperti kerajinan tangan.
Abdul Azis Manan, kepala pengurus Wisata Kuliner Keputih, menyatakan masih terus berusaha menyuruh pedagang untuk kembali ke stan. Dia juga sudah merancang upaya promosi seperti mengadakan hiburan musik. Namun, prioritasnya sekarang adalah mengumpulkan kembali para pedagang. Upaya tersebut mendapat dukungan dari Putut, sekretaris Kelurahan Keputih. Bahkan, dia juga membantu promosi melalui pengumuman ke RT dan RW. ’’Saya sampai menyuruh warga untuk belanja di sana,’’ katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Surabaya Eko Haryanto menuturkan belum memiliki konsep untuk meramaikan Wisata baru tersebut. Dia mengatakan masih menunggu hasil koordinasi dengan LKMK. ’’Setelah itu baru kita fokus ke pengembangannya,’’ ungkapnya. (kik/c15/oni/sep/JPG)

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
