
Cekcok Berujung Penusukan
JawaPos.com – Tubuh Mar'an gemetar setelah mendengar kabar bahwa anak bungsunya, Muhammad Saiful Arif, tewas Senin (6/2) pagi. Berkali-kali dia meminta polisi yang menghubungi untuk mengulang informasi tersebut. Seketika itu air matanya tumpah.
Mar’an nyaris tidak percaya bahwa Arif menjadi korban pengeroyokan hingga tewas di Jalan Kenjeran 356 Senin dini hari, sekitar pukul 03.00. Menurut dia, Arif yang dikenal pendiam tidak pernah terlibat masalah dengan siapa pun. ”Dia baik, tidak pernah macam-macam,” ungkapnya.
Sebaliknya, remaja 16 tahun itu disebut memiliki banyak teman. ”Dia selalu menghindari masalah,” lanjut pria yang bekerja sebagai satpam pergudangan di Margomulyo tersebut.
Arif kali terakhir pamit kepada ibunya, Safina, Minggu (5/2) pukul 21.00. Dia meminta izin untuk pergi bersama teman-temannya. Arif mengendarai motor Yamaha Jupiter.
Sekitar pukul 03.00 Arif yang berboncengan dengan Taufik dikeroyok sejumlah pemuda di Jalan Kenjeran 356. Keduanya ditusuk di beberapa bagian tubuh ketika berusaha melawan. Nahas, Arif tewas di tempat kejadian perkara (TKP). Adapun Taufik kritis dengan luka robek di punggung dan telinga.
Kapolsek Tambaksari Kompol David Triyo Prasojo menyatakan masih mengejar para pelaku penusukan tersebut. Pihaknya cukup sulit melacak para pelaku karena minimnya bukti yang diperoleh dari lapangan. ”Kami masih memeriksa beberapa saksi. Untuk kronologi penusukan itu sendiri, kami belum bisa berbicara banyak,” jelasnya.
Yang pasti, Arif dan Taufik melintas di Jalan Kenjeran setelah berpesta di salah satu kelab malam yang tidak jauh dari TKP. Setelah itu, entah karena alasan apa, keduanya didatangi beberapa orang. ”Sempat cekcok, lalu terjadi penusukan itu,” beber David.
Polisi masih menunggu keterangan Taufik. Remaja 16 tahun tersebut kini masih kondisi kritis sehingga belum bisa dimintai keterangan. ”Dia masih dirawat di RSUD dr M. Soewandhie, belum bisa dimintai keterangan,” tutur dia.
Untuk sementara, polisi hanya bisa menyampaikan hasil otopsi jasad Arif. Yakni, Arif tewas setelah punggung kanannya ditusuk benda tajam. Tusukan itu mengenai organ vital sehingga korban tewas seketika. ”Selain itu, ada tusukan lain di leher dan punggung kiri. Di kaki kanan ada sayatan,” papar polisi asal Malang tersebut.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, sebelum insiden pengeroyokan, Arif dan Taufik bersama sekitar 20 teman sedang berpesta di sebuah kelab malam. Setelah itu, mereka pulang dan melintas di Jalan Kenjeran 356. Kemudian, ada gerombolan lain yang melintas di dekat mereka.
Gerombolan tersebut memainkan gas motor sehingga korban dan teman-temannya emosional. Adu mulut pun terjadi hingga berujung perkelahian. ”Korban ditusuk dan pelakunya langsung lari,” ungkapnya.
Namun, menurut Mar'an, berdasar keterangan beberapa teman Arif, saat itu anaknya bersama Taufik pulang paling akhir. Teman-temannya yang lain pulang lebih dulu. ”Mereka tidak tahu penyebab perkelahian itu,” kata Mar'an saat ditemui Jawa Pos di kamar mayat RSUD dr Soetomo. (rid/c11/fal/sep/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
