
LELUASA: Petugas Lapas Mojokerto menunjukkan ponsel hasil razia di kamar napi dan tahanan selama Januari lalu.
JawaPos.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Mojokerto belum bersih narkoba. Dari sejumlah penggeledahan kamar tahanan dan narapidana (napi) yang digelar sebulan terakhir ini, petugas lapas berhasil mendapati berbagai temuan yang mengindikasikan ada peredaran narkoba di lapas ini. Dari hasil operasi internal, petugas lapas menyita 14 handphone (HP), dan uang tunai sebesar Rp 5 juta lebih.
Temuan ini semakin menguatkan dugaan adanya jaringan peredaran narkoba, baik yang dikendalikan napi di dalam lapas. Temuan tersebut diungkapkan Kalapas Muhammad Hanafi bersama tim setelah menggelar 5 kali razia sejak awal tahun kemarin, terhitung mulai tanggal 10 sampai 28 Januari.
Dalam penggeledahan itu, sejumlah barang yang tidak diizinkan ternyata bisa masuk ke dalam kamar dan ditemukan petugas dari sejumlah napi. Di antaranya, 14 unit HP, 3 buah sajam, 7 baterai HP, 5 casing HP, 1 bong, 1 pak kantong plastik kecil, 1 botol kaca, dan uang tunai Rp 5.986.000.
Dari hasil itu, para napi rata-rata mengaku mendapatkan sejumlah barang itu dari kerabat dan keluarga saat jam besuk. Padahal, lapas sendiri sudah melarang mereka membawa barang berharga kecuali hanya makanan dan minuman saat membesuk.
’’Ada yang disembunyikan di dalam pakaian dalam atau sandal yang digunakan. Itu tergantung dari niat mereka. Terakhir tadi pagi (Senin, 6/2, Red) kami temukan 1 buah HP,’’ kata Muhammad Hanafi, saat ditemui Senin (6/2).
Hanafi sendiri tak memungkiri jika lembaga yang ia pimpin belum bisa dikatakan jauh dari peredaran barang haram. Sebab, ditemukannya sejumlah HP sebagai alat komunikasi cukup mengindikasikan peredaran barang terlarang.
Hanya saja pihaknya belum bisa berbuat banyak lantaran tidak menemukan barang bukti yang kuat sebagai dasar dari penindakan selanjutnya. Akan tetapi, mantan kalapas Bondowoso ini sejak awal sudah menekankan kepada anak buahnya dan masyarakat, bahwa Lapas Mojokerto serius dalam berperang terhadap narkoba.
’’Lapas ini menjadi fokus peredaran narkoba. Terus terang banyak yang menyudutkan pihak lapas. Namun, kini petugas masih terus berupaya dan berkewajiban menanggulangi adanya narkoba,’’ tambahnya.
Salah satu upaya yang dimaksud, yakni dengan memperketat pengawasan pembesuk dan memperbanyak razia dan operasi internal kepada napi. Khusus untuk pengawasan jam besuk, pihaknya kini menggulirkan tiga tahapan yang harus dilalui oleh pembesuk.
Pertama, yakni pemeriksaan barang bawaan pembesuk saat di pintu gerbang pertama. Lalu penggeledahan dompet dan HP sesaat sebelum masuk ke dalam ruang besuk, dan terakhir baik napi maupun pembesuk digeledah kembali setelah jam bertemu selesai.
Tahapan itu ternyata cukup ampuh dalam menekan masuknya barang terlarang yang banyak diselundupkan. ’’Penyebabnya adalah penggunaan HP secara ilegal. Sejatinya tidak boleh ada HP di dalam lapas. Kita sudah ada 56 loker yang digunakan untuk menyimpan barang berharga petugas dan pembesuk sebelum memasuki area dalam lapas,’’ imbuh Hanafi.
Untuk lebih mengefektifkan kinerjanya, dia juga mewajibkan kepada seluruh petugas lapas menandatangani pakta integritas tentang pernyataan sikap berperang terhadap narkoba.
Dia juga tak segan menindak secara represif terhadap warga binaan yang terbukti melanggar aturan. Sesuai UU No 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan.
Sanksi berupa pengurangan hak remisi hingga pembebasan bersyarat pun dijatuhkan jika napi atau petugas yang melanggar aturan tersebut. ’’Sementara sanksi bagi petugas lapas jika terbukti terlibat dalam peredaran narkoba pasti dipecat,’’ tandasnya. (far/ris/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
