
Ilustrasi
JawaPos.com – Setelah melakukan penyelidikan dan dengar pendapat selama bertahun-tahun, angka pelecehan seksual anak-anak di Gereja Katolik Australia terungkap. Dipaparkan Komisi Royal untuk Penanganan Institusi Penyiksaan Seksual Anak-anak, antara tahun 1950 dan 2015 ada tujuh persen pastur Australia menjadi tersangka. Selain itu, 40 persen pastur di Brothers of St John of God juga diduga melakukan kejahatan seksual.
”Angkanya memang mengejutkan. Ini sangat tragis dan tidak bisa disangkal,” kata pejabat gereja Australia Francis Sullivan saat hearing pada Senin (6/2). Dengan berurai air mata, Sullivian mengatakan kalau mereka juga memiliki buktik-bukti dari penyiksaan seks yang sebut sudah menjadi epedemi global dan terjadi di gereja.
Laporan sebelumnya menyebutkan kalau penyiksaan seksual juga terjadi di Amerika Serikat, Irlandia, Brasil, Belanda, Jerman, dan negara lain. Pada 2013, Vatikan mendirikan sebuah komisi untuk penyelidikan klaim pelecehan seksual. Pada tahun 2015 Paus Francis tergerak untuk mendirikan pengadilan gereja. Tempat ini ditujukan bagi para uskup yang gagal melindungi anak-anak dari pendeta.
Counsel Senior Gail Furness mengatakan banyaknya korban menunjukan angka yang mengerikan. “Anak-anak yang datang ke gereja diperlakukan tidak baik. Pendeta yang dituduh melakukan pelecehan seksual di pindahkan ke komunitas lain. Komunitas tujuan tersebut tidak akan pernah tau sejarah dari apa yang telah dilakukan oleh pendeta sebelumnya. Kerahasiaan akan ditutup dengan baik’’, ungkap Furness.
Komisi Royal kelembagaan mengantongi dokumen sebanyak 4.444 korban pelecehan seksual antara Januari 1980 hingga Februari 2015. Rata-rata usia korban pelecehan terjadi pada anak perempuan sekitar usia 10 tahun dan anak lelaki usia 11 tahun. ”Pelecehan seksual ini terjadi karena tidak adanya iman yang kuat bagi para pemuka agama tersebut,” ungkap Sullivan.
Sullivan yang merupakan kepala Gereja Truth, Justice and Healing Council mengatakan kepada CNN kalau orang-orang tertinggi dalam jabatan di gereja lebih memilih menjaga citra gereja tersebut dibanding dengan perlakuannya kepada anak-anak.
Dalam sebuah surat yang ditujukan kepad seluruh umat di seluruh negeri pekan lalu, Presiden Australia Konferensi Keuskupan Katolik Uskup Agung Denis Hart memperingatkan bahwa sidang yang terjadi sungguh tragis dan menyedihkan. “Sungguh menyayat hati atas kejadian yang disebabkan oleh penyalahgunaan ini. Saya atas nama gereja Katolik meminta maaf yang sedalam-dalamnya,” tulisnya seperti yang dilansir oleh ABC. (cr3/CNN/JPG/tia)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
