
TAMPIL TIAP SENIN: Siswa gabungan kelas VII SMP Ulul Albab, Taman, saat berlatih drama cerita rakyat kemarin. Mereka akan menampilkan dalam dua bahasa.
JawaPos.com – SMP Ulul Albab, Taman, tidak hanya melatih kecakapan komunikasi siswa dengan bahasa Indonesia. Mereka juga mendidik para murid dengan bahasa Inggris dan Arab. Salah satu caranya menyelenggarakan drama dua bahasa yang berlangsung rutin dua minggu sekali.
Siswa menampilkan drama setiap Senin. Bergiliran dari kelas satu ke kelas lain. Temanya pun berbeda-beda. Ada cerita rakyat sampai cerita zaman rasul. ’’Senin pagi kalau tidak ada drama, berarti ada upacara. Kalau ada upacara, berarti tidak ada drama, bergiliran terus,’’ ujar guru bahasa Inggris SMP Ulul Albab Yuniz Fauzia.
Menurut dia, dasar public speaking bisa dipelajari saat penampilan drama. Di antaranya, bagaimana harus percaya diri saat di depan umum, bagaimana intonasi yang disampaikan agar sesuai dengan konteks, bagaimana memunculkan ekspresi, serta bagaimana pesan yang dibawa bisa sampai ke audiens.
Yuniz menyebutkan, siswa tidak hanya memikirkan bagaimana caranya bisa tampil baik di hadapan seluruh guru dan sesama siswa. Mereka juga harus berlatih untuk berdialog dengan bahasa asing sesuai kaidah. ’’Tampil drama dengan bahasa Indonesia saja sudah bikin grogi, apalagi dengan bahasa asing. Makanya digelar rutin biar siswa terbiasa,’’ katanya.
Pada Jumat mereka mendapat porsi lebih tentang berani berkomunikasi dengan bahasa asing. Yakni, Arab dan Inggris. Pembelajaran dengan bahasa Inggris mereka sebut oral english, sedangkan dengan bahasa Arab muhadarah. ’’Gantian setiap Jumat. Kalau Jumat ini muhadarah, berarti jumat berikutnya oral english,’’ jelas Adibah, guru bahasa Inggris lainnya.
Saat muhadarah setiap siswa yang bertugas wajib menyampaikan pidato dengan menggunakan bahasa Arab. Temanya setiap orang berbeda. Bisa tentang agama dan umum. Siswa yang akan bertugas muhadarah berkonsultasi dulu ke guru pembimbing sebelum tampil. ’’Belajar bahasa Arab, juga belajar pidato, dua hal penting sekaligus mereka dapat,’’ ucap Adibah.
Untuk oral english,mereka fokus pada percakapan dengan menggunakan bahasa Inggris. Ada pembelajaran praktik dialog rutin. Dialog keseharian seperti yang dilakukan saat di kantin, di kantor, serta di terminal. ’’Nah, mereka tampil berdialog dengan pasangan masing-masing di hadapan teman-teman sekelasnya,’’ jelas guru bahasa Inggris Bahrul Ilmi Suprayogi.
Sebelum tampil, guru tentu mengajarkan kiat-kiat menyuguhkan percakapan di depan umum. Misalnya, harus terlihat begitu natural, bahasa yang disampaikan tidak kaku, dan banyak menggunakan bahasa yang sesuai dengan tema. Misalnya, saat di taman, bahasa yang digunakan cenderung tidak formal.
’’Dengan tampil begitu, mental mereka terlatih jika sewaktu-waktu harus tampil di hadapan umum. Mereka juga bisa belajar cara berimprovisasi,’’ ungkap Bahrul. (uzi/c15/dio/sep/JPG)

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
