
Vanaprastha saat latihan di Curug Cilember, Bogor
JawaPos.com - Komunitas Pecinta Alam asal Indonesia, Vanaprastha bakal menaklukkan salah satu puncak tertinggi Eropa, yaitu Gunung Mont Blanc.
Sebelum mengibarkan bendara merah putih di puncak gunung tersebut, 40 anggota Vanaprastha menjajal Curug Cilember, Kabupaten Bogor, Jawa Barat sebagai persiapan. Tahap persiapan itu dengan cara berlari dari curug 7 hingga curug 2 dengan kondisi jalan yang menantang.
Ketua Dewan Pembina Vanaprastha, Adhyaksa Dault menuturkan, sebelum tim Vanaprastha bertolak ke eropa, para anggota tim difokuskan untuk mempersiapkan diri seksi keselamatan, kekuatan mental, dan fisik.
“Saya bertanggungjawab memastikan semua anggota Vanaprastha aman, kondisi kesehatan mereka sangat kita perhatikan. Kita sangat hati-hati memberikan instruksi. Ini pendakian dua generasi menaiki Gunung Mont Blanc, Bapak-Bapak dan anak-anaknya ikut. Kita akan kibarkan bendera merah putih dan menyanyikan lagu Indonesia raya di sana”, ujar Adhyaksa Dault dalam keterangan persnya yang diterima JawaPos.com, Selasa (7/2)
Latihan tersebut berlangsung Sabtu-Minggu, 4-5 Februari 2017 lalu. Mantan Menpora ini mengatakan, tim yang berangkat dalam ekspedisi ini sebelumnya telah melewati proses seleksi yang cukup ketat. Sehingga tidak sembarang orang atau anggota bisa ikut, mereka harus mengikuti tes mental, tes fisik, kesehatan dan pengetahuan.
"Kita harus benar-benar mengikuti profil setiap yang ikut. Dalam hal tertentu seperti latihan fisik, setiap orang tidak bisa diperlakukan sama," ungkap Adhyaksa Dault.
Adhyaksa menjelaskan, ekspedisi ke puncak gunung di Eropa itu bukan sekadar mendaki gunung, melainkan promosi Indonesia “Kita juga Promosi Indonesia pada puncak-puncak dunia,” imbuh Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka ini.
Sementara itu, Ketua Umum Vanaprastha Gembong TA Madjid mengungkapkan, Promosi Indonesia Pada Puncak Puncak Dunia (PIP3D) yang merupakan salah satu program Vanaprastha.
Sebelum memutuskan lokasi itu, pihaknya telah melakukan riset mengenai pengelolaan pendakian gunung Mont Blanc. Mulai dari perizinan, booking, guide, dan porter sampai dengan sistem akomodasi dan transportasinya.
“Selain itu kami selalu mengadakan Forum Dialog dengan NGO di sana yang bergerak di bidang kelestarian alam, lingkungan dan petualangan bekerjasama dengan PPI setempat melalui Kedutaan Besar," tandas Gembong. (iil/JPG)

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
