Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Februari 2017 | 22.41 WIB

Jatah Fogging Dikurangi

ALTERNATIF: Petugas Dinkes Gresik mengurangi jatah pengadaan cairan insektisida untuk fogging selama 2017. - Image

ALTERNATIF: Petugas Dinkes Gresik mengurangi jatah pengadaan cairan insektisida untuk fogging selama 2017.

JawaPos.com – Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) beranjak naik. Hingga awal bulan ini, ada 38 kasus yang ditemukan di sejumlah puskesmas. Meski begitu, jatah pengadaan cairan insektisida untuk fogging tahun ini justru dikurangi.


Dinas kesehatan (dinkes) beralasan pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran. Akibatnya, jatah untuk fogging digabung dengan jatah pemberantasan sarang nyamuk (PSN). ’’Tahun lalu sendiri-sendiri,’’ jelas Kepala Dinkes Gresik dr Nurul Dholam, Senin (6/2). Dia menyatakan, PSN dan fogging memiliki tujuan yang sama. Yakni, mengatasi kasus DBD sehingga tidak sampai mewabah. ’’Yang penting adalah PSN. Jika PSN jalan, angka penderita DBD bisa ditekan,’’ katanya.


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes dr Mukhibatul Khusnah menambahkan, jumlah kasus DBD diprediksi menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu. Prediksi itu berdasar data temuan kasus. Pada Januari 2016, ada 88 penderita. ’’Bulan lalu, terdapat 36 penderita. Terhitung hingga awal pekan itu, penderita mencapai 38 orang,’’ ucapnya.


Lebih lanjut, Khusnah mengungkapkan, kandungan cairan untuk fogging yang disediakan tahun ini berbeda dengan yang sebelumnya. ’’Sekarang digunakan insektisida yang mengandung sipermetrin,’’ ucapnya. Mantan kepala Puskesmas Kebomas tersebut menjelaskan, insektisida yang mengandung sipermetrin dinilai lebih efektif memberantas nyamuk. Sebanyak 1 liter cairan bisa digunakan untuk mem-fogging 200 rumah. ’’Kalau yang lama, dibutuhkan 5 liter cairan untuk 200 rumah,’’ ungkapnya.


Khusnah juga menuturkan, penggantian jenis insektisida bertujuan menghindari potensi nyamuk kebal. Sebab, pada 2014, dilakukan uji resistansi nyamuk dengan menggunakan insektisida jenis lama. ’’Dari hasil penelitian di beberapa daerah, ditemukan nyamuk yang kebal. Jadi, cairan harus diganti dengan insektisida,’’ ujarnya.



Meski begitu, Khusnah meminta warga tak mengandalkan fogging. Sebab, fogging bukan tindakan utama dalam penanggulangan DBD. Yang paling penting adalah pencegahan dengan PSN. ’’Justru PSN-lah yang harus lebih digalakkan,’’ tuturnya. (adi/c23/ai/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore