
ALTERNATIF: Petugas Dinkes Gresik mengurangi jatah pengadaan cairan insektisida untuk fogging selama 2017.
JawaPos.com – Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) beranjak naik. Hingga awal bulan ini, ada 38 kasus yang ditemukan di sejumlah puskesmas. Meski begitu, jatah pengadaan cairan insektisida untuk fogging tahun ini justru dikurangi.
Dinas kesehatan (dinkes) beralasan pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran. Akibatnya, jatah untuk fogging digabung dengan jatah pemberantasan sarang nyamuk (PSN). ’’Tahun lalu sendiri-sendiri,’’ jelas Kepala Dinkes Gresik dr Nurul Dholam, Senin (6/2). Dia menyatakan, PSN dan fogging memiliki tujuan yang sama. Yakni, mengatasi kasus DBD sehingga tidak sampai mewabah. ’’Yang penting adalah PSN. Jika PSN jalan, angka penderita DBD bisa ditekan,’’ katanya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes dr Mukhibatul Khusnah menambahkan, jumlah kasus DBD diprediksi menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu. Prediksi itu berdasar data temuan kasus. Pada Januari 2016, ada 88 penderita. ’’Bulan lalu, terdapat 36 penderita. Terhitung hingga awal pekan itu, penderita mencapai 38 orang,’’ ucapnya.
Lebih lanjut, Khusnah mengungkapkan, kandungan cairan untuk fogging yang disediakan tahun ini berbeda dengan yang sebelumnya. ’’Sekarang digunakan insektisida yang mengandung sipermetrin,’’ ucapnya. Mantan kepala Puskesmas Kebomas tersebut menjelaskan, insektisida yang mengandung sipermetrin dinilai lebih efektif memberantas nyamuk. Sebanyak 1 liter cairan bisa digunakan untuk mem-fogging 200 rumah. ’’Kalau yang lama, dibutuhkan 5 liter cairan untuk 200 rumah,’’ ungkapnya.
Khusnah juga menuturkan, penggantian jenis insektisida bertujuan menghindari potensi nyamuk kebal. Sebab, pada 2014, dilakukan uji resistansi nyamuk dengan menggunakan insektisida jenis lama. ’’Dari hasil penelitian di beberapa daerah, ditemukan nyamuk yang kebal. Jadi, cairan harus diganti dengan insektisida,’’ ujarnya.
Meski begitu, Khusnah meminta warga tak mengandalkan fogging. Sebab, fogging bukan tindakan utama dalam penanggulangan DBD. Yang paling penting adalah pencegahan dengan PSN. ’’Justru PSN-lah yang harus lebih digalakkan,’’ tuturnya. (adi/c23/ai/sep/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
