Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Februari 2017 | 22.20 WIB

Demo di Rumah SBY, Dimana Peran Paspampres dan Kepolisian?

Soesilo Bambang Yudhoyono - Image

Soesilo Bambang Yudhoyono

JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa mempertanyakan peran Paspampres dan pihak Kepolisian yang menjaga kediaman Presiden ke-6 Susilo Bambang yudhoyono (SBY). Menurut dia, harusnya ada informasi bahwa kediaman tersebut akan 'digeruduk' sejumlah mahasiswa.

"Yang jadi persoalan hari ini apakah memang peristiwa tersebut aparatur memang nggak ada di tempat?" ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/2).

Karenanya, perlu ada penjelasan lebih lanjut dari pemerintah termasuk aparat kemanan apakah ini karena kelalaian atau memang sengaja dibiarkan. Sebab jika tidak, hal ini akan menjadi bola liar dimana menimbulkan dugaan-dugaan yang tak pasti.

"Kalau kelalaian kita tidak tahu prosesnya. Susah kita bicara kelalaian karena kita tidak mengerti apakah ini lalai atau disengaja atau apa. Akhirnya menerka-nerka, kan salah," tutur politikus Partai Gerindra itu.

Artinya menurut Desmond, peristiwa ini perlu diusut lebih lanjut. "Harusnya (diusut). Dalam rangka kepentingan nasional kita menjaga kewibawaan, menjaga marwah negara, ini harus dilakukan tindakan yang memperjelas itu," tegas dia.

Sementara Desmond mengatakan pihaknya tidak akan memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian karena persolaan ini. Tapi, pastinya dalam rapat kerja komisi III dengan Kapolri, hal ini akan diseriusi menjadi pertanyaan. Sebab ada pelanggaran terhadap undang-undang dimana kediaman pribadi tidak boleh dijadikan sarana untuk berdemo.

"Kalau dipanggil kesannya jadi politik. Nanti dalam rapat (ditanyakan). Kita kan ada wilayah politik," sebut legislator kelahiran Banjarmasin itu.

Namu yang pasti, Desmond berharap agar peristiwa ini tidak terjadi lagi. "Jaga bagaimana negara ini menjadi negara sehat kedepan tidak terjebak oleh dendam politik kekuasaan golongan yang dominan. Akhirnya mendzalimi pada orang-orang yang ini. Kan ada contoh negara yang baik yang pada hari ini hilang,  nggak bisa dicontoh," pungkasnya. (dna/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore