Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Februari 2017 | 20.44 WIB

Masinton Tegaskan PDIP tak Bekingi Demo di Depan Rumah SBY

Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu - Image

Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu

JawaPos.com - Demo mahasiswa yang terjadi di kediaman Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jalan Mega Kuningan Timur VII, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (6/2) disebut-sebut ditunggangi oleh aktor politik. Bahkan sempat beredar kabar, ada mobil yang diduga milik politikus PDIP Adian Napitupulu di sekitar aksi tersebut, kendati belakangan telah dibantahnya.


Tudingan itu membuat anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP Masinton Pasaribu ikut berkomentar. Dia menegaskan, partainya (PDIP) tidak berkaitan dengan aksi tersebut. "Aksi itu tidak ada kaitanya dengan PDIP, itu aksinya mahasiswa," tegasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/2).


Lebih lanjut dia menuturkan, demokrasi memungkinkan bagi siapa saja untuk melakukan aksi demo demi menyampaikan aspirasinya. Karenanya, aksi mahasiswa kemarin tidak perlu ditakuti SBY. "Jangan terlalu paranoid, mahasiswa bukan yang membahayakan, bukan aksi terorime," tegasnya.


Kenyataannya, demo terhadap presiden ataupun mantan presiden pernah terjadi. Sebagai contoh demo terhadap Presiden ke-2 Soeharto. Namun kata Masinton, Soeharto tidak pernah merasa terancam dengan aksi tersebut.


Karenanya, dia meminta agar SBY tak usah resah dan menjadikannya dagelan politik semata. "Presiden jadinya dagelan, masa ada demokrasi mahasiswa yang secuil, masa jiwanya terancam," sindir Masinton.


Sebelumnya, SBY sempat menyampaikan keresahan saat mengetahui ada demonstrasi yang digelar di depan rumahnya. Itu disampaikan melalui akun Twitter pribadinya @SBYudhoyono sekitar pukul 15.00 WIB.


"Saudara-saudaraku yang mencintai hukum & keadilan, saat ini rumah saya di Kuningan "digrudug" ratusan orang. Mereka berteriak-teriak. *SBY*," tulis SBY, Senin (6/2).


SBY mempertanyakan alasan polisi tidak memberi tahu dirinya soal ini. Dia mengatakan undang-undang tidak memperbolehkan adanya unjuk rasa di rumah pribadi. "Kecuali negara sudah berubah, undang-undang tak bolehkan unjuk rasa di rumah pribadi. Polisi juga tidak memberitahu saya. *SBY*," kicaunya.


Ketua Umum Partai Demokrat itu pun bertanya kepada Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian apakah ia tidak memiliki hak untuk tinggal di Indonesia. "Saya hanya meminta keadilan. Soal keselamatan jiwa saya, sepenuhnya saya serahkan kpd Allah Swt. *SBY*" (dna/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore