
Ilustrasi
JawaPos.com - Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto mengaku kecewa dengan unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa di kediaman Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kawasan Kuningan.
Menurutnya, unjuk rasa yang tidak diantisipasi dengan tepat dan profesional akan berpotensi menjadi ancaman serius. Apalagi diduga ada motif-motif kepentingan termasuk politik.
"Jadi bukan hanya menodai demokrasi tapi sudah bisa dikatakan pelanggaran UU atau kriminal," ujar Didik dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com (7/2).
Menurut anggota Komisi III DPR ini, Presiden SBY beserta keluarganya adalah representasi negara yang harus mendapat perlakuan pengamanan. Pasalnya setelah masa tugas Presiden berakhir, sebagai salah satu bentuk penghargaan atas jasa-jasanya kepadada NKRI perlu mendapatkan pengamanan.
Karena menurutnya, ancaman dan gangguan yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan mantan Presiden beserta keluarganya, akan dapat menjatuhkan kehormatan, martabat, dan kewibawaan Pemerintah.
"Bahwa pengamanan terhadap mantan Presiden dan keluarganya tersebut menjadi kewajiban negara sebagaimana diamanahkan dalam PP 59 tahun 2013," ungkapnya.
Sementara menurut Didik, mantan Presiden dan mantan Wakil Presiden beserta keluarganya berhak mendapatkan pengamanan selama seumur hidup. Jadi apa yang terjadi dalam unjuk rasa di kediaman Presiden keenam SBY sungguh menjadi potret buruk hadirnya negara.
"Karena bisa berpotensi menjadi ancaman yang bisa membayahakan keselamatan," tuturnya.
Sementara, Polri sebagai institusi penerima pemberitahuan unjuk rasa tentunya bisa memahami munculnya optensi ancaman karena ditujukan ke kediaman Presiden keenam SBY. Polri seharusnya sejak dini sudah bisa mengambil tindakan preventif memegang teguh aturan.
"Polri tidak boleh melakukan pembiaran. Jangan sampai karena pesanan kepentingan, Polri tidak menegakkan aturan," pungkasnya. Sebelumnya, SBY melalui akun Twitternya, sempat berkicau bahwa rumahnya di Kuningan digruduk ratusan orang.
"Saudara-saudaraku yang mencintai hukum dan keadilan, saat ini rumah saya di Kuningan digruduk ratusan orang. Mereka berteriak-teriak," ujar SBY. (cr2/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022