Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Februari 2017 | 16.56 WIB

Lama Tertidur, Jalur Kereta Api Sumbar Kembali Diaktifkan

Rel kereta api yang sudah beralih fungsi menjadi bangunan masyarakat, karena moda transportasi massal itu sudah lama tidak aktif. - Image

Rel kereta api yang sudah beralih fungsi menjadi bangunan masyarakat, karena moda transportasi massal itu sudah lama tidak aktif.

JawaPos.com - Menyadari kereta sudah menjadi moda transportasi andalan, Pemprov Sumbar kembali mengaktifkan jalur kereta yang sudah lama tertidur. Karena lama tidak aktif, tidak sedikit jalur kereta itu sudah beralih fungsi.


Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah setempat untuk menertibkannya agar, jalur itu bisa dimanfaatkan lagi untuk menjadi salah moda transportasi andalan.


Untuk mencapai program itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, jika tahun ini penertiban kembali jalur kereta tuntas dikerjakan, maka dia menantang Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera memulai pembangunan konstruksi jalur kereta api pada 2018.


”Jika tahun ini, semua rel yang sudah beralih fungsi dapat kita tertibkan, kami harap tahun depan Kemenetrian Perhubungan harus memulai pembangunan,” ujar Irwan Prayitno seperti dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Selasa (7/2).


Pengaktifan kembali atau reaktivisasi jalur kereta Sumbar ini sejalan dengan pembangunan jalur kereta Trans Sumatera. Untuk mencapai target itu, Gubernur Sumbar meminta bupati/wali kota yang daerahnya dilintasi jalur kereta untuk kembali menertibkan jalur tersebut, agar jalur kereta Sumbar dapat dibangun lagi pada 2018.


Politikus PKS itu menyadari bahwa mengaktifkan kembali rel kereta api merupakan tantangan cukup berat. Mengingat, tidak sedikit rel kereta api yang sudah beralih fungsi menjadi bangunan masayarakat. Bangunan tersebut ada kontrak sewa dan bangunan liar.


Menurut Irwan, kereta saat ini adalah salah satu moda transportasi alternatif yang bisa memberikan solusi paling mumpuni di antara beberapa opsi transportasi darat yang tersedia. Untuk itu, pengoperasian kereta api harus diprioritaskan pembangunan dan pengembangannya.


”Di negara maju, kereta api favorit karena cepat. Mampu mengangkut banyak orang. Efisien, efektif, tidak macet, tepat waktu, murah meriah, dan nyaman. Ini alternatif transportasi kita yang paling baik saat ini,” ujarnya.


Terkait perhatian kepala daerah menyangkut pembebasan lahan ini, gubernur secara langsung mengapresiasi Bupati Padangpariaman Ali Mukhni dan Wakil Wali Kota Pariaman Genius Umar yang telah memperlihatkan integritas dan dedikasi penuh.


Gubernur mengatakan, jika kereta api dapat diaktifkan, maka multiplier efeknya sangat besar. Perekonomian Sumbar akan tumbuh dengan baik. Selain menjadi alternatif angkutan orang, juga menjadi pilihan angkutan barang. (wni/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore