Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Februari 2017 | 10.55 WIB

Merias ala Penari Tradisional

BERKACA: Antika Putri Agustiya merias dirinya saat mengikuti lomba rias ibu dan anak yang diselenggarakan sanggar Arbaya pada Minggu (5/2) di DTC Wonokromo, Surabaya. - Image

BERKACA: Antika Putri Agustiya merias dirinya saat mengikuti lomba rias ibu dan anak yang diselenggarakan sanggar Arbaya pada Minggu (5/2) di DTC Wonokromo, Surabaya.


JawaPos.com – Atrium utama lantai 1C pusat perbelanjaan Darmo Trade Center semakin ramai Minggu (5/2). Duduk lesehan, puluhan ibu tampak sibuk merias wajah putra-putri mereka dengan berbagai model riasan. Ada model penari Bali, Jawa Timuran, hingga riasan pemain jaranan.



Membawa alat make up berwarna-warni, Aryani terlihat paling sibuk di antara orang tua lainnya. Maklum, dalam acara Make Up Competition and Performance Traditional Dance Talentitu, Aryani membawa tiga buah hatinya. Dua laki-laki dan satu perempuan.



Kondisi itu membuat perempuan 41 tahun tersebut harus membagi waktu. Duduk di antara ketiga anaknya, Aryani merias mereka secara bergiliran. Saat selesai membentuk alis si bungsu, Aryani langsung merapikan sanggul si sulung. ’’Semuanya pengin ikut karena anak-anak pengin tampil di panggung,’’ tuturnya.



Ya, seluruh peserta yang mengikuti lomba tersebut memang akan diberi kesempatan untuk unjuk kebolehan menari tradisional. ’’Semua peserta yang ikut dalam acara ini merupakan siswa dari sanggar tari Arbaya (Arek Surabaya, Red),’’ kata Adelina Sulistyoningsih, koordinator acara tersebut.



Ade, sapaan akrab Adelina Sulistyoningsih, menyatakan bahwa lomba merias ibu dan anak itu bertujuan mendekatkan ikatan emosi di antara keduanya. ’’Kami menghadirkan kegiatan ini agar semakin merekatkan hubungan keluarga,’’ papar perempuan 41 tahun tersebut.



Dalam lomba itu, kata Ade, ada dua jenis riasan yang bisa diikuti peserta. Yakni, rias cantik dan rias karakter. Tema untuk rias cantik bebas. Untuk rias karakter, para ibu harus memoles wajah anaknya sesuai dengan karakter tata rias tari tradisional.



Ade mengungkapkan, karakter tradisional memang menjadi salah satu tujuan penyelenggaraan acara itu. ’’Supaya tetap mengenal budaya kita sendiri,’’ ungkap perempuan yang sedang menyelesaikan program doktoral di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tersebut. (elo/c15/jan/sep/JPG)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore