
AKTIF: Olga dan Camelia dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat.
Masih ada masyarakat yang memandang polisi itu menakutkan. Ada pula yang tidak sepenuhnya percaya dengan korps baju cokelat. Itulah tantangan bagi Olga Bimaskara Dwika Rahmat dan Camelia Nanda Sholicha.
FAJRIN MARHAENDRA BAKTI
ADA yang berbeda saat Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin merilis ungkap kasus narkoba pada Jumat (3/2). Selain beberapa pejabat kepolisian, ada pemuda-pemudi yang ikut mendampingi. Keduanya berseragam batik. Senyum terus tersungging dari bibir mereka.
’’Eh, duta humas, ke depan dong. Ikut jelasin sini,’’ seru Machfud memanggil keduanya. Olga dan Camelia, nama pemuda-pemudi itu, lalu merapat ke tengah.
Sontak, muncul keisengan dari sejumlah wartawan. Pertanyaan-pertanyaan seputar perkara dilontarkan. Namun, Olga dan Camelia hanya tersenyum. ’’Kalau menjelaskan perkara, langsung ke jenderal saja ya,’’ ujar Camelia. Lagi-lagi, dia memungkasi jawabannya dengan senyuman.
Namun, jawaban tersebut justru membuat sejumlah awak media semakin menjadi. Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan kepada keduanya malah bersifat personal. Misalnya, soal daerah asal dan makanan kesukaan. ’’Selalu begini kalau lagi bertugas,’’ kata Olga.
Tugas untuk tampil saat Polda Jatim melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan media memang harus dilakoni Olga dan Camelia. Mereka melakukannya setelah menjadi juara I pemilihan Duta Humas Polda Jatim.
Mungkin sudah banyak duta yang diangkat kepolisian untuk mewakili institusi. Sebut saja duta antinarkoba dan duta lalu lintas. Namun, tahun ini adalah tahun pertama adanya Duta Humas Polda Jatim. ’’Ini adalah periode pertama ada duta humas, sebelumnya belum pernah ada,’’ ujar Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera.
Olga dan Camelia terpilih sebagai duta humas melalui seleksi sejak Maret 2016. Mereka menyisihkan sepuluh calon duta lainnya. Mayoritas adalah jebolan duta wisata dari setiap daerah di Jatim. ’’Kebetulan pesertanya sudah pengalaman jadi duta,’’ lanjut pria asal Kalimantan Timur itu.
Meski begitu, mereka tidak mudah melakoni tugas sebagai Duta Humas Polda Jatim. Gampang-gampang susah. Hal itu diakui Olga dan Camelia. Maklum, keduanya lebih berpengalaman menjadi duta wisata.
Olga menganggap duta wisata terkesan lebih santai dalam bertugas. Hal yang dipelajari pun lebih menyenangkan. Skalanya juga kecil. Yaitu, di kota masing-masing. ’’Kalau duta humas polda, masalah yang dipelajari lebih kompleks,’’ jelas pemuda 19 tahun itu.
Pemuda asal Kediri tersebut mengungkapkan, dirinya harus mempelajari banyak bidang. Bukan hanya urusan penegakan hukum dan kepolisian, dia juga harus belajar politik, ekonomi, sosial, serta pertahanan dan keamanan. Membawa nama Polri pun menjadi beban tersendiri. Namun, pengalaman yang didapat terasa lebih mengesankan. ’’Banyak sekali pengalaman baru tentang modus-modus kejahatan,’’ ungkap pria yang hobi berenang itu.
Menjadi Duta Humas Polda Jatim memang tidak gampang. Apalagi, menurut Camelia, masyarakat belum sepenuhnya percaya kepada polisi. Dia mencontohkan teman-teman di sekitarnya. Banyak yang kurang respek terhadap polisi. Mereka dianggap hanya mencari kesalahan orang lain. ’’Mungkin karena ulah beberapa oknum ya,’’ papar perempuan asli Gresik tersebut.
Pengagum musik jazz itu pun mengamini bahwa yang paling sulit memang memperbaiki citra polisi. Namun, justru itu yang membuatnya penasaran. Karena itu, dia berminat menjadi Duta Humas Polda Jatim. ’’Agar polisi tidak ditakuti, tapi dijadikan mitra masyarakat,’’ kata gadis yang tengah menempuh studi di jurusan Statistika ITS tersebut.
Olga dan Camelia kini aktif dilibatkan dalam beberapa kegiatan anggota Polda Jatim. Terutama yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Misalnya, saat sosialisasi dan bakti sosial di pelosok-pelosok daerah. Juga, ketika sosialisasi Operasi Patuh Semeru 2016. ’’Semoga polisi juga menginspirasi masyarakat agar jadi lebih baik lagi,’’ tutur dara 21 tahun tersebut. (*/c15/fal/sep/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
