
BERDEDIKASI: Rudhi Prasetya.
JawaPos.com – Keluarga dan orang-orang dekat Prof Rudhi Prasetya berduka. Kemarin (5/2) guru besar Fakultas Hukum Universitas Airlangga itu wafat di usia 78 tahun. Tepat pukul 00.32, Rudhi mengembuskan napas terakhir.
Sejak sepekan lalu, Rudhi dirawat di Rumah Sakit Darmo karena penyakit jantung yang diderita sejak 1991. Selama ini, penyakit itu memang beberapa kali kambuh. Hingga akhirnya, tubuh bapak satu anak tersebut tak mampu lagi menahannya.
Rudhi merupakan sosok yang kuat di mata keluarganya. Di usia yang sudah renta, dia masih aktif menjalani profesinya di bidang hukum. Selain sebagai dosen di Unair, Ubaya, dan Universitas Pelita Harapan (UPH), dia menjadi hakim di Bali. Juga, menjadi saksi ahli untuk kasus-kasus tertentu di Jakarta. Sebelum masuk RS, bapak sempat pergi ke Bali. Sepulangnya itu mungkin kelelahan,’’ ujar sang istri, Dyah Ambarwaty Setyoso.
Bukan hanya itu, selama di rumah sakit pun Rudhi masih sempat menyelesaikan beberapa pekerjaannya. Semangatnya menjalani profesi memang sangat besar. Namun, tubuhnya tak mampu lagi mengimbangi keinginannya.
Pria asli Samarinda itu dikenal sebagai pakar hukum perusahaan dan perbankan. Tidak sedikit perusahaan luar negeri yang menggunakan jasanya. Kepercayaan itu diberikan karena dedikasinya yang tinggi dalam menunaikan tugas.
Kini, pria yang dikenal tegas dan humoris itu telah pergi. Keluarga pun mengikhlaskan kepergiannya. Rudhi sudah tenang di alam sana. Prosesi pemakaman akan dilaksanakan Kamis (9/2). Pukul 07.30 jenazah diberangkatkan dari rumah duka di Dharmahusada Indah Utara I ke aula Unair kampus B. Setelah disemayamkan, pukul 09.00 diberangkatkan ke Puncak Nirwana, Purwosari.
Sementara itu, duka mendalam juga dirasakan keluarga besar Unair, khususnya fakultas hukum. Namun, dedikasi dan sumbangsih guru besar kelahiran 30 Januari 1939 itu akan selalu dikenang.
Dekan Fakultas Hukum Unair Prof Abd. Somad mengungkapkan, Rudhi merupakan sosok teladan, terutama integritasnya sebagai dosen. ’’Beliau memiliki kualifikasi yang sangat tinggi dan andal dalam bidang hukum,’’ ungkapnya.
Meski menjadi orang yang disegani di Indonesia, Rudhi tetap bersahaja. Dia selalu membagi ilmunya kepada siapa saja. Karena sifatnya yang humoris dan pandai membuat lelucon, Rudhi mudah bergaul dengan siapa saja. Namun, ketika sedang mengajar, dia dikenal tegas dan disiplin.
Bagi Somad, banyak kenangan yang telah dilalui bersama Rudhi. Sebab, dia pernah menjadi asisten dosen itu sejak 2008 hingga masa pensiunnya. Kenangan itu, lanjut Somad, tak akan pernah terlupakan. ’’Beliau pernah menyarankan saya menulis disertasi dengan mengutip dan mengulas ayat-ayat Alquran tentang bisnis,’’ paparnya.
Kini, tak ada lagi kenangan yang bisa dirajut dengan sang panutan. Somad mendoakan Rudhi agar mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Meski tak dapat bertemu lagi, ilmu yang bermanfaat tak akan pernah terputus. ’’Beliau sudah menyiapkan generasi penerus keilmuannya,’’ ucapnya. (ant/c17/oni/sep/JPG)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
