Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Februari 2017 | 10.30 WIB

Selamat Jalan Prof Rudhi Prasetya, Pakar Hukum Perusahaan dan Perbankan Itu Berpulang

BERDEDIKASI: Rudhi Prasetya. - Image

BERDEDIKASI: Rudhi Prasetya.


JawaPos.com – Keluarga dan orang-orang dekat Prof Rudhi Prasetya berduka. Kemarin (5/2) guru besar Fakultas Hukum Universitas Airlangga itu wafat di usia 78 tahun. Tepat pukul 00.32, Rudhi mengembuskan napas terakhir.



Sejak sepekan lalu, Rudhi dirawat di Rumah Sakit Darmo karena penyakit jantung yang diderita sejak 1991. Selama ini, penyakit itu memang beberapa kali kambuh. Hingga akhirnya, tubuh bapak satu anak tersebut tak mampu lagi menahannya.



Rudhi merupakan sosok yang kuat di mata keluarganya. Di usia yang sudah renta, dia masih aktif menjalani profesinya di bidang hukum. Selain sebagai dosen di Unair, Ubaya, dan Universitas Pelita Harapan (UPH), dia menjadi hakim di Bali. Juga, menjadi saksi ahli untuk kasus-kasus tertentu di Jakarta. Sebelum masuk RS, bapak sempat pergi ke Bali. Sepulangnya itu mungkin kelelahan,’’ ujar sang istri, Dyah Ambarwaty Setyoso.



Bukan hanya itu, selama di rumah sakit pun Rudhi masih sempat menyelesaikan beberapa pekerjaannya. Semangatnya menjalani profesi memang sangat besar. Namun, tubuhnya tak mampu lagi mengimbangi keinginannya.



Pria asli Samarinda itu dikenal sebagai pakar hukum perusahaan dan perbankan. Tidak sedikit perusahaan luar negeri yang menggunakan jasanya. Kepercayaan itu diberikan karena dedikasinya yang tinggi dalam menunaikan tugas.



Kini, pria yang dikenal tegas dan humoris itu telah pergi. Keluarga pun mengikhlaskan kepergiannya. Rudhi sudah tenang di alam sana. Prosesi pemakaman akan dilaksanakan Kamis (9/2). Pukul 07.30 jenazah diberangkatkan dari rumah duka di Dharmahusada Indah Utara I ke aula Unair kampus B. Setelah disemayamkan, pukul 09.00 diberangkatkan ke Puncak Nirwana, Purwosari.



Sementara itu, duka mendalam juga dirasakan keluarga besar Unair, khususnya fakultas hukum. Namun, dedikasi dan sumbangsih guru besar kelahiran 30 Januari 1939 itu akan selalu dikenang.



Dekan Fakultas Hukum Unair Prof Abd. Somad mengungkapkan, Rudhi merupakan sosok teladan, terutama integritasnya sebagai dosen. ’’Beliau memiliki kualifikasi yang sangat tinggi dan andal dalam bidang hukum,’’ ungkapnya.



Meski menjadi orang yang disegani di Indonesia, Rudhi tetap bersahaja. Dia selalu membagi ilmunya kepada siapa saja. Karena sifatnya yang humoris dan pandai membuat lelucon, Rudhi mudah bergaul dengan siapa saja. Namun, ketika sedang mengajar, dia dikenal tegas dan disiplin.



Bagi Somad, banyak kenangan yang telah dilalui bersama Rudhi. Sebab, dia pernah menjadi asisten dosen itu sejak 2008 hingga masa pensiunnya. Kenangan itu, lanjut Somad, tak akan pernah terlupakan. ’’Beliau pernah menyarankan saya menulis disertasi dengan mengutip dan mengulas ayat-ayat Alquran tentang bisnis,’’ paparnya.



Kini, tak ada lagi kenangan yang bisa dirajut dengan sang panutan. Somad mendoakan Rudhi agar mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Meski tak dapat bertemu lagi, ilmu yang bermanfaat tak akan pernah terputus. ’’Beliau sudah menyiapkan generasi penerus keilmuannya,’’ ucapnya. (ant/c17/oni/sep/JPG)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore