
HENTIKAN KEBENCIAN: Beberapa penumpang subway sukarela membersihkan ujaran kebencian yang terpampang di beberapa bagian kereta.
JawaPos.com – Gerakan bersih-bersih spontan terjadi di gerbong penumpang subway Kota New York (NYC) Sabtu malam waktu setempat (4/2). Berbekal cairan antikuman yang biasa dipakai untuk membersihkan tangan serta tisu, para penumpang mengusap-usap jendela gerbong. Mereka berusaha menghapus tulisan bernada rasisme yang kian banyak bermunculan sejak Donald Trump menjadi presiden.
”Cairan pembersih tangan bisa menghapus Sharpie (merek spidol permanen buatan Amerika Serikat). Kami membutuhkan alkohol,” kata Jared Nied, penumpang yang duduk di samping Gregory Locke. Setelah berkata demikian, pria yang juga chef di sebuah restoran Manhattan itu lantas berdiri sambil membawa sebotol kecil cairan antikuman. Dia kemudian menoleh ke kanan dan kiri untuk mencari tisu.
Begitu mendapatkan tisu, dia langsung mendekati jendela yang penuh coretan. Dengan mantap, dia mengusapkan tisu yang sudah dibasahi cairan antikuman tersebut. Sedikit demi sedikit, tulisan yang digoreskan dengan spidol permanen itu pudar. ”Para penumpang lain langsung ikut-ikutan. Dengan menggunakan tisu dan cairan antikuman milik masing-masing, mereka membersihkan coretan,” kata Locke.
Dalam dua menit, tulisan ”Hancurkan Islam” atau ”Hidup Hittler” dan ”Yahudi layak dipanggang” pun lenyap. Jendela gerbong penumpang kembali bersih. Papan yang biasa disediakan untuk memasang iklan serta informasi jalur subway menjadi kinclong lagi. Gambar swastika yang menjadi lambang Nazi pun sudah tidak ada. Para penumpang bisa melanjutkan perjalanan dengan nyaman.
Gotong-royong dadakan di gerbong subway tersebut diabadikan Locke. Minggu (5/2) dia mengunggah proyek bersih-bersih spontan itu di akun Facebook. Dalam sekejap, lebih dari 300.000 netizen menyukai unggahan sang pengacara NYC tersebut. Huffington Post lantas mencuplik laman Facebook Locke dan mengunggah ulang. Sejurus kemudian, 124.000 netizen mengacungkan jempol.
Minggu lalu unggahan Huffington Post itu disebarluaskan lewat Twitter. Sedikitnya 87.000 pengguna Twitter mengunggah ulang aksi bersih-bersih jendela gerbong komuter NYC tersebut. ”Sepertinya, inilah Amerika ala (Presiden Donald) Trump,” kata seorang penumpang, seperti yang Locke tulis di Facebook. Kalimat itu langsung menuai kritik para pendukung Trump. Mereka tidak terima jika sang presiden disalahkan.
Di antara ratusan komentar yang ditinggalkan di laman Facebook Locke, tulisan Chelsea Clinton menarik banyak perhatian. Putri mantan Presiden Bill Clinton itu mengapresiasi positif aksi yang diprakarsai Nied tersebut. ”Kita tidak akan pernah membiarkan kebencian berjaya. Dan, ini adalah salah satu alasan kuat lain mengapa kita perlu membawa cairan pembersih tangan,” tulisnya di akun Twitter @ChelseaClinton. (CNN/time/businessinsider/hep/c21/any/tia)

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
