
Kapolres Cirebon Kota AKBP Adi Vivid saat menjelaskan modus operandi para penjual dan pembeli dalam melakukan transaksi obat-obatan terlarang.
JawaPos.com – Sekarang masyarakat semakin resah dengan obat-obatan terlarang yang dijual oknum yang tidak bertangung jawab. Sejumlah laporan masyarakat kemudian ditindaklanjuti
Satuan Reserse Narkoba Polres Cirebon Kota menindak pereddaran obat terlarang. Sejumlah pengedar dan pemakai obat terlarang ditangkap. Salah satunya mengamankan tersangka berinisial GW.
Polisi menyita barang buti obat-obatan sebanyak 8 ribu pil trihex dan tramadol. Kemudian tersangka BS dengan barang bukti 5 ribu pil tramadol, tersangka TS dengan barang bukti 1 paket sabu seberat 0,50 gram dan tersangka YT dengan 700 tramadol.
Dari beberapa tersangka juga ada yang pemain lama dengan kasus yang sama. Para tersangka diduga telah menjadi pengedar dan pemakai obat sedian farmasi jenis tramadol, trihex serta narkotika jenis sabu. Sebagian dari mereka bahkan sudah menjadi target penangkapan polisi.
Kapolres Cirebon Kota AKBP Adi Vivid mengatakan, ada kekhawatiran dari masyarakat dengan beredarnya obat-obatan terlarang. Karena jika pengguna sudah kecanduan, maka bisa timbul aksi kejahatan. “Bagi para remaja yang mengonsumsi bisa mengganggu cara berpikirnya,” kata kapolres.
Kapolres mewanti-wanti kalangan anak muda agar takl coba-coba mengonsumsi obat-obatan itu. “Jika merasa pecandu tidak bisa membeli obat, maka bisa melakukan pencurian,” ujar kapolres. Sekarang, sambung kapolres, para pengedar menjual obat terlarang di sekitar tempat tongkrongan anak-anak muda, seperti warong kopi, terutama larut malam.
Para pengedar sendiri mempunyai banyak cara untuk mengedarkan obat. Ada yang lewat ranjau, ada sistem tempel dan telepon. “Kalau sistem tempel si penjual dan pembeli membuat janjian lewat telepon kemudian ketemu di lokasi yang sudah disepakati. Setelah itu bersalaman sembari memberikan barangnya,” jelasnya.
Yang unik adalah sistem ranjau. Dengan sistem ini, penjual dan pembeli hanya cukup janjian lewat telepon, tidak perlu jumpa fisik. Hanya memberitahukan tempat meletakkan barang atau obat. Adi mengajak masyarakat untuk memberikan informasi tentang pengedar obat-obatan terlarang yang ada di lingkungan masing-masing.
“Ayolah kepada seluruh masyarakat Kota Cirebon untuk berbagi informasi tentang pengedar yang menjual obat terlarang,” ajak kapolres. (kri/yuz/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
