Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Februari 2017 | 04.58 WIB

Penjelasan Kemendagri soal Isu e-KTP Ganda 

Ilustrasi - Image

Ilustrasi


JawaPos.com - Isu beredarnya Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) ganda di media sosial (Medsos) baru-baru memantik perhatian banyak kalangan. Pemerintah merasa perlu meluruskan beredarnya gambar e-KTP yang memiliki foto orang yang sama namun NIK dan alamat berbeda tersebut. Hal ini penting agar situasi jelang penyelenggaraan Pilkada tetap kondusif. 


Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kemendagri, Zudan A Fakrullah mengatakan, beredarnya isu e-KTP ganda di Medsos tersebut sepertinya sengaja dibuat oleh oknum yang tak betanggung jawab untuk membuat kegaduhan jelang pemungutan suara Pilkada berlangsung.


Menurut Zudan, e-KTP yang beredar luas di Medsos bukan e-KTP ganda, namun murni pemalsuan. Umumnya dilakukan oleh oknum yang berupaya mendulang perolehan suara dengan cara tak lazim. Seperti yang sedang terjadi sekarang ini adalah pemalsuan data e-KTP dengan cara memakai data orang lain."Isu ini sedang digoreng. Ada e-KTP dengan foto sama namun datanya berbeda-beda. Ini bukan KTP ganda tapi pemalsuan," jelas Zudan. 


Untuk memastikan data pemilih tidak dipalsukan, Zudan mengaku pihaknya telah mewajibkan seluruh pegawai Disdukcapil daerah agar tetap masuk kantor saat pemungutan suara walaupun statusnya libur Pilkada. 


"Tanggal 15 Februari nanti dinas dukcapil masuk kerja walaupun statusnya libur Pilkada. Ini untuk melayani yang perlu surat keterangan atau mau cek NIK," tukas Zudan.(has/zul/mam/JPG)

Editor: Imam Solehudin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore