Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Februari 2017 | 03.45 WIB

Wajib Baca! 5 Fakta Penting Soal Bayi Lahir Prematur

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com – Ibu hamil dan para suami harus mewaspadai bayi lahir prematur. Kesehatan kandungan akan menentukan bayi lahir sehat setelah usia kandungan 37 minggu. Ibu hamil wajib memeriksakan kandungan secara rutin ke bidan dan dokter kandungan minimal 4 kali selama masa kehamilan.

Pakar Kesehatan Departemen Anak Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Yeni Rustina, Senin (6/2) menjelaskan sejumlah fakta soal kelahiran bayi prematur. Menurut Yeni, bumil harus memiliki fisik dan jiwa yang prima agar kandungan tetap sehat.

1. Riwayat Kehamilan
Dokter kandungan pasti akan bertanya seputar riwayat kehamilan pada ibu hamil. Jika kehamilan tersebut anak kedua atau anak ketiga dan seterusnya, maka dokter akan bertanya riwayat kehamilan sebelumnya apakah pernah melahirkan bayi prematur. Ibu yang pernah melahirkan bayi secara prematur sebelumnya kemungkinan berpotensi besar akan mengalami hal yang sama di kemudian hari.

“Sebetulnya suka ditanyakan ada riwayat prematur atau enggak sebelumnya. Jika tidak ada riwayat prematur, barangkali kehamilan kali ini sang ibu aktivitasnya terlalu berat yang menimbulkan kontraksi di perutnya. Belum waktunya melahirkan tapi sudah kontraksi.  Sehingga biasanya kalau sudah kontraksi, ibu diminta istirahat supaya kehamilannya bisa dipertahankan,” ujar Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan FIK UI ini. 

2. Stres
Ibu hamil harus menjauhi stres. Stres akan menimbulkan gangguan secara hormonal. Meski tidak menimbulkan dampak langsung, kemungkinan bumil mengalami stres akan membuatnya kurang nafsu makan dan kurang istirahat. Akhirnya kondisi kesehatan ibu akan menjadi kurang optimal.

3. Obat-Obatan
Yeni menjelaskan bumil juga harus berkonsultasi dengan dokter jika akan mengonsumsi obat sekalipun sakit demam atau flu. Bumil juga harus mewaspadai segala jenis jamu dan tetap berkonsultasi dengan dokter.

“Hanya yang jelas hindari obat-obatan yang menimbulkan kontraksi, mules, yang mengandung oksitosin, ini sebaiknya ditanyakan ke dokter. Jamu juga misalnya jamu apa atau peluntur,” tutur Yeni.

4. Trauma dan Perdarahan
Jika bumil mengalami jatuh hingga perdarahan, tentu harus mewaspadai segala kemungkinan. Bayi dikhawatirkan akan lahir secara prematur. “Bisa juga ibunya jatuh sampai perdarahan misalnya lalu bayinya tak bisa dipertahankan.  Atau mungkin ari-ari letaknya di bawah bisa terjadi perdarahan, akhirnya bisa keluar,” kata Yeni.

5. Infeksi
Infeksi yang terjadi pada bumil menjadi salah satu pendorong bayi lahir prematur.  Misalnya infeksi pada selaput ketuban akhirnya kandungan menjadi kurang kuat dan pecah sebelum waktunya. Infeksi disebabkan oleh kuman yang masuk ke dalam tubuh. Penyebabnya, bisa dari air atau kurang bisa menjaga kebersihan diri. (cr1/JPG)

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore