
Pemain dan kru film Boven Digoel di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (6/2).
JawaPos.com - Rumah produksi asal Papua, Foromoko Matoa Indah Film resmi memperkenalkan film pertama yakni, Boven Digoel. Film drama ini mempunyai latar belakang budaya dan keindahan alam Papua.
Boven Digoel digarap oleh sutradara FX Purnomo. Film ini mengangkat kisah nyata dari buku tentang perjuangan dokter muda bernama John Manangsang. Pada tahun 90an dia memilih bekerja di tanah kelahiran dan bertugas di puskesmas pedalaman Papua, seperti desa Maryam, Tanah Merah, Boven Digoel.
"Dalam buku dan film ini mengangkat pengalaman saya bekerja di sana," kata John Manangsang saat jumpa pers di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (6/2).
Sang produser menambahkan bahwa dalam film ini dijabarkan betapa kondisi pembangunan, terutama bidang kesehatan di tanah Papua sangat memprihatinkan. Sehingga banyak menimbulkan masalah kesehatan tiap harinya bagi masyarakat. Butuh perjuangan berat untuk masyarakat agar bisa menemui puskesmas atau pun dokter. Begitu pun sebaliknya.
"Di film ini kami ingin memberi tahu bahwa masalah ketertinggalan di Papua banyak banget, terutama soal kesehatan dan memberi informasi apa yang terjadi di sana," jelas John Manangsang.
"Semoga ini bisa mendorong terwujudunya pembangunan di tanah Papua, terutama soal kesehatan. Semoga pemerintah melihat masalah ini," imbuhnya.
Selain bertujuan menyampaikan masalah pembangunan di sana, film Boven Digoel juga diharapkan bisa menjadi batu loncatan agar berkembangnya sineas lokal asal Papua di kancah nasional. Sebab ini merupakan film pertama hasil produksi production house Papua.
Film Boven Digoel berkisah soal dokter John, pria asal Jayapura, yang rela bekerja di puskesmas pedalaman, di wilayah Tanah Merah, Boven Digoel, Papua. Dia mendedikasikan hidupnya untuk kesehatan masyarakat di pedalaman. Perjuangannya diuji dengan serba keterbatasan alat medis yang ada di sana. Dia juga rela berjalan hingga delapan jam untuk mengobati warga.
Namun polemik besar muncul saat Dokter John harus melakukan operasi caesar terhadap wanita bernama Ibu Agustina, yang telah melahirkan sembilan kali. Nahas, puskesmas tempatnya tidak mempunyai alat atau pisau pendukung untuk operasi ini. Sehingga operasi pun dilakukannya hanya menggunakan silet.
Film ini dibintangi oleh JFlow Matulessy, Christine Hakim, Edo Kondologit, Ira Dimara, Maria Fransisca, Lala Suwages, Ellen Aragay, dan pemain berbakat asal Papua lainnya.
Film Boven Digoel bakal mulai tayang di bioskop pada 9 Februari 2017 mendatang. (ded/JPG)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
