
TEMAN DEKAT: Widodo Cahyono Putro (kanan) dan Khusaeri.
Sepanjang karirnya di lapangan hijau, Khusaeri nyaris tak pernah meninggalkan Gresik. Tawaran ’’reuni’’ dari Widodo Cahyono Putro-lah yang memaksa mantan kapten Petrokimia Putra Gresik itu terbang ke Palembang.
RENDI KURNIAWAN, Palembang
KOMPAK. Itulah gambaran awal saat melihat Widodo Cahyono Putro dan asistennya, Khusaeri, bekerja. Keduanya seolah sudah saling mengerti. Baik ketika memimpin latihan maupun saat di luar lapangan.
Kekompakan itu terlihat saat Sriwijaya FC menggelar uji coba melawan tim lokal PS Unsri di Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang (25/1). Saat pemain masih berada di ruang ganti, keduanya sibuk menyiapkan materi latihan di pinggir lapangan. Mereka terlibat diskusi kecil untuk menentukan pola latihan.
Saat didatangi Sumatera Ekspres, keduanya langsung bercerita soal reuni kecil di Sriwijaya FC. Reuni? Ya, Khusaeri bukanlah sosok yang asing bagi Widodo. Keduanya berteman selama 24 tahun. Faktor teman dekat itu pula yang menjadi salah satu alasan Widodo memilih Khusaeri sebagai asisten untuk menggantikan Hartono Ruslan.
’’Pertama kenal dia (Khusaeri) tahun 1993. Ketika itu kami sama-sama bermain di Petrokimia Putra Gresik. Sejak itu kami memang langsung akrab,’’ tutur Widodo mengenang pertemuan pertamanya dengan Khusaeri.
Namun, bukan faktor teman dekat saja yang menjadi alasan Widodo mengajak Khusaeri. Melainkan juga pertimbangan teknis dan etos kerja. ’’Tentu saya memilih karena melihat cara kerja dia. Dia mantan pemain, juga lugas waktu bermain. Yang lebih jauh itu, saya selalu nyambung ketika kami melakukan komunikasi,’’ tutur pria yang akrab dengan inisial WCP tersebut.
Komunikasi memang menjadi kunci bagi Widodo dalam membangun tim. Nah, faktor itulah yang diperoleh dari sosok Khusaeri. ’’Harus seirama, menyambung saat komunikasi, dan itulah kerja sama kita sebagai tim pelatih. Kalau satu sama lain gak nyambung, pasti akan repot jadinya,’’ tambahnya.
Meskipun berteman lama dan cukup akrab, tidak berarti pertemanan mereka mulus-mulus saja. Riak-riak kecil juga pernah menyertai. ’’Kalau selisih paham besar sih gak penah. Mungkin selisihnya kecil-kecil saja, paling dalam pendapat skema. Dan itu memang selalu kami komunikasikan,’’ ujar mantan bomber timnas pada 1990-an tersebut.
Tentu, ada misi khusus kenapa Widodo memilih Khusaeri. Salah satunya untuk memantapkan lini pertahanan Sriwijaya FC. Sektor itu perlu dibenahi. Sebab, di pentas ISC 2016, gawang Sriwijaya FC kebobolan 38 kali. Nah, Khusaeri dinilai pas untuk mengemban tugas tersebut. Pasalnya, dia pernah menjadi palang pintu pertahanan Petrokimia Putra.
’’Ya, dia saya percayakan untuk membenahi lini belakang. Karena basic dia memang cukup kuat di pertahanan,’’ jelasnya. ’’Beda dengan Francis Wewengkang, yang saya tugaskan lebih pada teknik bermain anak-anak. Hendro Kartiko menggodok posisi penjaga gawang. Sedangkan saya mungkin akan lebih dominan pada taktik dan lini depan,’’ ungkap pelatih asal Cilacap itu.
Khusaeri pun senang bisa membantu Widodo. Bagi dia, Widodo sudah menjadi teman karib sekaligus saudara. ’’Jadi, saat dia (Widodo) menawari saya gabung di Sriwijaya FC, saya tidak kuasa untuk menolaknya,’’ kata Khusaeri.
Itu juga menjadi alasan dia sanggup meninggalkan Gresik. ’’Karena saya sudah tahu kualitas dia (Widodo) dan dia juga sangat tahu saya. Kami sudah saling connect satu sama lain. Itu yang membuat saya selalu senang satu tim dengan dia,’’ tambahnya. (*/c19/bas)

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
