Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Februari 2017 | 02.27 WIB

Banjir Desa Pandu Gresik, Warga Diminta Lebih Hati-Hati

PEDULI: Sambari Halim (tengah) dan Letkol Widodo Pujianto (kanan) memberikan bantuan untuk korban banjir di Desa Morowudi, Gresik. - Image

PEDULI: Sambari Halim (tengah) dan Letkol Widodo Pujianto (kanan) memberikan bantuan untuk korban banjir di Desa Morowudi, Gresik.

JawaPos.com – Bupati Gresik Sambari Halim Radianto turun ke lokasi banjir Minggu (5/2). Sambari meminta para camat dan orang tua memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang bermain di air luapan Kali Lamong itu.


’’Seluruh warga, terutama orang tua yang memiliki anak kecil, tolong selalu menjaga mereka. Arus banjir sangat deras,’’ jelasnya di Desa Morowudi. Dia tidak ingin tragedi yang menimpa dua pemuda Desa Pandu terulang.


Sambari didampingi Wakil Bupati Moh. Qosim dan Dandim 0817 Gresik Letkol Kav Widodo Pujianto. Mereka memberikan ratusan paket bantuan sembako dan santunan untuk korban meninggal karena banjir di Kecamatan Cerme.


Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, pergerakan air luapan Kali Lamong bergeser ke arah Cerme dan sebagian ke Kedamean. Di Kecamatan Cerme, 15 di antara 25 desa tergenang air bah. Jalan Raya Morowudi terputus. Arus lalu lintas dari Menganti menuju Benjeng atau Balongpanggang dialihkan melalui simpang tiga Cerme.


’’Mudah-mudahan hari ini di Mojokerto dan Madiun tidak ada hujan lebat sehingga air di Gresik menurun,’’ kata Sambari. Banjir akibat luapan air Kali Lamong tersebut tidak bisa dikendalikan Pemkab Gresik. Sebab, air bah itu merupakan air kiriman dari Madiun dan Mojokerto.


Namun, Pemkab Gresik akan berupaya maksimal untuk menuntaskan normalisasi Kali Lamong. Pemkab meminta dukungan masyarakat untuk tidak mempersulit pembebasan lahan. ’’Pemerintah setiap tahun mengalokasikan anggaran pembebasan lahan guna normalisasi Kali Lamong, tapi masih kesulitan,’’ ungkap Sambari. Akibatnya, Kali Lamong meluap setiap tahun.


Pemkab Gresik meminta maaf kepada masyarakat atas musibah itu. ’’Perbaikan saluran air belum tuntas 100 persen meski pemerintah telah berusaha maksimal melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi banjir,’’ ucapnya.



Wabup Moh. Qosim menambahkan, pemerintah akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Baik dalam keadaan suka maupun sedang dilanda musibah. Dia meminta seluruh warga tetap sabar. Dengan ujian tersebut, dia berharap masyarakat tetap bersabar. Yang sakit diimbau segera memeriksakan diri ke posko kesehatan. ’’Selain itu, perhatikan perabotan rumah yang sekiranya dapat membahayakan. Misalnya, kabel listrik,’’ tutur Qosim. (yad/c23/roz/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore