Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Februari 2017 | 01.31 WIB

Kirim Pengungsi Rohingya ke Pulau Kosong

TIDAK PASTI: Pengungsi Rohingya dari Myanmar saat sampai Bangladesh akhir Desember lalu. - Image

TIDAK PASTI: Pengungsi Rohingya dari Myanmar saat sampai Bangladesh akhir Desember lalu.


JawaPos.com - Ketenangan etnis Rohingya yang mengungsi di Bangladesh terusik. Pemerintah setempat berencana memindahkan mereka ke Pulau Thengar Char di Teluk Bengal. Sebab, mereka kewalahan menerima derasnya arus pengungsi dari Myanmar. Sekitar 300 ribu orang etnis Rohingya berada di Bangladesh saat ini. Mayoritas pengungsi berada di kawasan Cox's Bazar. Pemerintah Bangladesh menyatakan, para pengungsi itu meningkatkan terjadinya kejahatan dan risiko penyakit.



Kondisi pulau tersebut menyedihkan. Tidak ada penghuni, bangunan, dan sinyal telepon seluler. Saat musim hujan, pulau itu selalu banjir. Jika cuaca sedang bersahabat, giliran perompak mengitari perairan sekitar pulau tersebut untuk mencari mangsa. ”Daerah itu rawan banjir dan badai,” ujar Quamrul Hassan, meteorologis di Departemen Cuaca Bangladesh.



Untuk menuju pulau tersebut dari desa terdekat, Might Bangha, waktu yang dibutuhkan dua jam. Asal, tak bertemu perompak. Desa-desa di sekitar Thengar Char sudah berkali-kali harus kehilangan kapal mereka yang diambil perompak. Sementara itu, para nelayan baru dibebaskan jika mereka mendapatkan tebusan.



Pulau Thengar Char nyaris rata. Tidak ada perbukitan maupun pohon dengan ukuran besar. Hampir seluruh lahan tertutup semak-semak, rumput, dan pohon yang berukuran kecil. Pulau tersebut mencuat ke permukaan 11 tahun lalu. Karena itu, kondisinya belum stabil. Orang-orang yang tinggal di sekitar Pulau Thengar Char kerap dievakuasi secara berkala saat musim badai tiba.



Saleh Noman, jurnalis Bangladesh yang mengunjungi pulau tersebut, menyebutkan bahwa rencana pemindahan tersebut tidak realistis meski pemerintah Bangladesh berjanji membuatkan tempat penampungan dan bantuan lainnya. ”Ada pulau yang hampir sama di sekitar sini dan butuh waktu sekitar 40 tahun untuk mengembangkan pulau tersebut. Bahkan, saat ini semuanya masih dalam tahap dasar,” ungkapnya.



Saat ini ada 30 ribu etnis Rohingya yang tinggal di kamp pengungsian PBB di area perbatasan. Namun, ratusan ribu orang lainnya tersebar di kamp ilegal yang kumuh tanpa sanitasi dan layanan kesehatan yang memadai. Mereka bergantung dari bantuan penduduk sekitar dan lembaga bantuan internasional. Hanya sedikit yang bisa menemukan pekerjaan untuk menghasilkan uang secara sembunyi-sembunyi.



Sementara itu, pemerintah Malaysia pada Jumat (3/2) mengirimkan kapal yang membawa 2.200 ton bantuan ke Myanmar dan Bangladesh. Mayoritas berupa bahan pangan. Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak selama ini memang sangat vokal mengkritik pemerintah Myanmar terkait kebijakan mereka atas etnis Rohingya.



”Ini adalah momen bersejarah. Usaha mulia yang menunjukkan bahwa semua rasa sakit dan penderitaan etnis Rohingya di Myanmar tidak akan diabaikan,” ujar Najib sesaat sebelum memberangkatkan kapal bantuan tersebut.



Kapal itu meminta izin langsung menuju kota Sittwe, Negara Bagian Rakhine. Namun, pemerintah Myanmar menolak. Kapal tersebut harus turun di Yangon. Rencananya, kapal itu tiba di pelabuhan Yangon pada 9 Februari nanti. Di situ, sekitar 500 ton bantuan akan diturunkan. Pemerintah Myanmar bersikukuh bantuan tersebut harus dibagi rata antara etnis Rohingya dan warga Buddha.



”Kami masih berharap dengan segenap hati bahwa mereka akan mengizinkan kami mengunjungi Sittwe dan mendistribusikan bantuan tersebut sendiri,” ujar Abdul Azeez Abdul, ketua misi pengiriman bantuan. Sejak berita kekejian militer Myanmar di Rakhine terkuak, tidak ada jurnalis maupun lembaga asing yang diperbolehkan ke daerah konflik tersebut. Dari Yangon, kapal itu akan menempuh tiga hari perjalanan ke pelabuhan Teknaf, Bangladesh. (Reuters/AP/sha/c21/any/tia)


Editor: Dwi Shintia
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore