
TERDAMPAK: Banah Alhanfy memeluk pamannya. Dia akhirnya bisa masuk Bandara Logan, Boston, setelah tertahan beberapa hari karena Muslim Ban.
JawaPos.com – Pemerintah Iran tidak gentar atas sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS). Alih-alih berdiam diri, mereka malah mengadakan latihan militer di Provinsi Semnan. Dalam latihan tersebut, Garda Revolusi Iran akan menguji coba berbagai varian sistem rudal buatan dalam negeri, radar, pusat komando dan kontrol, serta sistem perang cyber. Latihan dimulai kemarin (4/2).
’’Manuver ini bertujuan mendemonstrasikan kesiapan Iran untuk menghadapi ancaman dan sanksi yang menghina dari AS,’’ tulis pihak Garda Revolusi di website-nya Jumat (3/2).
Namun, rudal yang akan mereka gunakan untuk berlatih adalah yang memiliki jarak terpendek. Yaitu, 75 kilometer. Rudal itu berbeda dengan yang mereka uji coba pada Minggu lalu (29/1). Yakni, rudal jarak menengah yang mampu mencapai jarak 2 ribu kilometer. Rudal tersebut mampu menjangkau Israel maupun basis militer AS di negara-negara Teluk.
Gara-gara uji coba rudal menengah itu, AS kembali menjatuhkan sanksi terhadap Iran. Departemen Keuangan AS memasukkan 13 individu dan 12 lembaga dalam daftar hitam. Mereka adalah orang-orang yang dituding terlibat dalam proyek misil balistik Iran. Itu merupakan hukuman pertama yang dijatuhkan pemerintah AS di bawah Donald Trump ke Negeri Para Mullah tersebut.
Sanksi terbaru itu tidak berimbas pada orang-orang maupun perusahaan yang hukumannya telah dicabut sebagai bagian dari kesepakatan nuklir Iran, AS, dan lima negara adidaya lainnya. Kesepakatan terbaru antara perusahaan AS dan Iran juga tidak akan berimbas. Misalnya, kesepakatan pembelian pesawat Boeing.
Hanya selang beberapa jam setelah sanksi tersebut dijatuhkan, Menteri Pertahanan AS James Mattis menyebut Iran sebagai negara tunggal yang memberikan dukungan terbesar di dunia terhadap terorisme. Iran yang berang berjanji melakukan pembalasan.
’’Sebagai respons terhadap kebijakan baru dari AS dan sebagai tindakan perlawanan, Iran akan memberlakukan pembatasan secara hukum untuk beberapa penduduk dan perusahaan AS yang memiliki peranan dalam menciptakan serta mendukung kelompok teroris ekstrem di wilayah ini,’’ ujar pihak Kementerian Luar Negeri Iran. Nama-nama orang yang akan dimasukkan daftar hitam oleh Iran tersebut akan diungkapkan di kemudian hari. (Reuters/AFP/sha/c15/any/tia)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
