
BERDAYAKAN PENGANGGUR: Lomba mancing yang diikuti 1.200 peserta dari perwakilan desa seluruh Sidoarjo Minggu (5/2) di Desa Kalanganyar, Sedati, Sidoarjo.
JawaPos.com – Aktivitas memancing bukan hanya hobi bagi warga Sidoarjo, melainkan juga budaya. Karena itu, Gerakan Masyarakat Peduli Sidoarjo (GMPS) memanfaatkan kegiatan itu untuk menyampaikan pesan: stop penganggur. Lomba memancing yang bertajuk Sidoarjo Fiesta Fishing 2017 itu berlokasi di Mega Prima Fishing, Desa Kalanganyar, Sedati, Minggu (5/2).
Lomba memancing yang digelar sejak pukul 08.00 tersebut diikuti 1.200 peserta. Seluruh peserta adalah undangan GMPS. Yakni, tiga orang untuk setiap desa dari seluruh Sidoarjo. ”Kami mengundang seluruh desa dari 18 kecamatan. Jadi, by invited. Diharapkan, semaraknya bisa dirasakan bersama-sama,” terang founder GMPS Heru Satriyo.
Gerakan yang baru terbentuk per 1 Januari 2017 itu berfokus pada persoalan meningkatnya angka penganggur di Kota Delta. Menurut Heru, yang dibutuhkan para penganggur atau kaum marginal tersebut adalah dorongan untuk maju. ”Karena itu, filosofi memancing tersebut sangat pas. Mereka nggak butuh ikan. Mereka hanya butuh pancingan,” kata pria yang mengenakan belangkon itu.
Heru berharap lomba dianggap sebagai stimulus agar masyarakat lebih menghargai kebersamaan dan gotong royong. Selain itu, peserta yang ikut bisa menjadi pintu gerbang untuk mengajak masyarakat yang menganggur agar semangat berkreativitas. Apalagi, banyak pengusaha yang mengikuti lomba. ”Banyak jaringan kami yang pengusaha. Kami punya visi stop penganggur dan memberdayakan potensi mereka,” ungkapnya.
Tujuan tersebut disambut positif Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Mustain Baladan. Pihaknya sengaja bersinergi dengan GMPS agar perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Sidoarjo makin optimal. Penyebabnya, bukan hanya sistem yang harus diperbaiki, melainkan juga agenda-agenda grassroot. Mustain mendukung GMPS dalam memberdayakan masyarakat dengan berbekal informasi data penganggur di Sidoarjo. ”Kenapa kami pilih memancing? Ya, selain sudah membudaya, saya percaya bahwa orang yang mau memancing pasti sabar dan pantang menyerah,” tuturnya.
Pukul 11.00 para peserta mulai berlarian ke meja panitia untuk menimbang hasil tangkapan. Salah satunya adalah Hartono, warga Pondok Jati. Ikan patin yang diperoleh berbobot 7,5 ons. (via/c16/dio/sep/JPG)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
