
Korban semasa hidup
JawaPos.com – Korban pasutri yang tewas akibat tertimpa pohon besar saat mengendarai motor di dekat flyover Universitas Indonesia (UI), Depok, Sabtu (4/2) lalu, merupakan alumni Institut Pertanian Bogor (IPB). Mereka alumni IPB angkatan 45, Miftah Abdillah Achmad (26) dan Rustiana Imala Putri (25).
Di IPB, sang suami adalah alumni IPB Jurusan Fisika, sementara istri jurusan Matematika. Miftah adalah warga Bogor yang aktif sebagai blogger. Pria kelahiran Batu Sangkar tahun 1990 ini pernah menjabat sebagai wakil presiden Komunitas Blogger IPB.
Dia juga terdaftar sebagai anggota Komunitas Blogger Bogor yang menjalankan blog wisata HelloBogor, serta memiliki web pribadi di alamat Miftahgeek.com. Sejumlah orang menyatakan belasungkawa di Twitter dengan menyertakan handle akun MIftah di @miftahgeek.
“Turut berduka kepada rekan-rekan @BloggerBogor yang kehilangan salah satu anggotanya @miftahgeek karena kecelakaan kemarin. Beliau juga alumni IPB 45,” kicau akun @kulinerBGR.
Selain Miftah dan istri, pohon tumbang berdiameter empat meter tersebut juga menimpa sebuah mobil dan seorang pengendara Go-Jek. Pengemudi mobil dan Go Jek selamat dalam peristiwa itu. Pasangan suami istri ini warga Pabuaran, Cibinong, Bogor, ini meninggalkan bayi laki-laki berusia 9 bulan bernama Alfa Naufal Nareswara. Alfa kini yatim piatu.
Kapolsek Beji Komisaris Bambang yang ikut mengantarkan jenasah pasutri ke rumah mereka di Pabuaran, Cibinong, Bogor, Sabtu tengah malam, bersama jajaran aparat Polsek Jagakarsa menuturkan, saat jenasah tiba di rumah duka, para kerabat korban menuturkan bahwa Alfa menangis sejak sore menunggu ASI dari ibunya.
Sebab selama ini, Alfa masih mengandalkan ASI ibunya dan tidak pernah diberi susu formula. “Sewaktu saya antar kedua jenazah ke rumah korban, ada tangisan bayi sangat kencang dari dalam rumah. Kata ibu korban, sang bayi yang namanya Alfa menunggu ibunya untuk minum ASI. Saya sedih sekali mendengarnya, karena kini ibunya saya antar sudah meninggal dunia,” kata Bambang, Minggu (05/02).
Bambang menuturkan tangisan sang bayi tak juga reda meski sejumlah kerabat menenangkan dan mencoba memberinya susu formula. Sebab sang bayi tampaknya hanya mau minum ASI ibunya. “Saya terenyuh sekali melihat anak korban. Pengen nangis saya melihatnya. Apalagi saya gak bisa berbuat apa-apa. Sebab ibunya sudah meninggal dunia dan jenazahnya saya antar malam itu,” kata Bambang.
Menurut Bambang yang dibutuhkan dalam diinginkan sang bayi hanyalah kehadiran ibunya dan hal itu tak mungkin lagi terwujud. “Hati saya benar-benar sedih dan terenyuh sekali saat itu,” kata Bambang. Bambang mengaku baru kali ini mendapatkan pengalaman cukup menyedihkan dan membuat hatinya sangat terenyuh. (pj/radar bogor/ric/net/yuz/JPG)

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
