
Jufriadi ditemukan tewas di kapal rusak di Jalan Lingkar, Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan, Minggu (5/1).
JawaPos.com - Warga Jalan Lingkar, Kelurahan Selisun, Nunukan Selatan, Kaltara, dikagetkan dengan penemuan mayat tanpa identitas di sebuah kapal rusak dengan kondisi tubuh tertindih batang, Minggu (5/2) sekira pukul 07.00 Wita.
Salah seorang warga Jalan Lingkar yang ditemui di lokasi kejadian, Rusli mengakuk tidak mengetahui korban yang meninggal di kapal kayu yang rusak tersebut. Diakui bahwa pria yang tewas itu bukan warga di Jalan Lingkar, Kelurahan Selisun. “Saya kurang tahu siapa pria yang meninggal itu, wajahnya saja sepertinya bukan warga di Jalan Lingkar ini,” kata Rusli kepada Radar Nunukan (Jawa Pos Group) kemarin.
Ditanya terkait aktivitas di Jalan Lingkar pada Sabtu (4/2) malam, ia menjawab pada saat malam hari dekat lokasi korban ditemukan ada acara musik dan banyak anak muda berkumpul.
Menurutnya, dekat lokasi pria tersebut ditemukan kerap dikunjungi masyarakat. Selain berbelanja di pasar malam Jalan Lingkar, remaja sering duduk bersantai di wilayah tersebut. Namun untuk pria yang ditemukan sudah tak bernyawa itu tidak diketahui pasti. “Memang tempat ini sering ramai anak muda duduk, apa lagi pada malam Minggu,” ujarnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Nunukan AKP Suparno mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan saksi, identitas korban adalah Jufriadi berusia 21 tahun dan merupakan warga jalan Cik Ditiro RT 21, Kelurahan Nunukan Timur. “Telah dilakukan pemeriksaan dari beberapa kenalan korban dan identitasnya telah diketahui,” kata AKP Suparno kepada media ini kemarin.
Pihak kepolisian hingga saat ini masih mengumpulkan beberapa bukti penyebab kematian Jufriadi, karena saat pihak keluarga tak ingin dilakukan autopsi kepada korban. Sehingga penyebab kematian tak dapat disampaikan. “Polsek Kawasan Pelabuhan yang menangani kasusnya, masih sementara proses pemeriksaan kenalan korban untuk diketahui penyebab kematian Jufriadi,” ujarnya.
Dari pantuan media ini saat dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kepala korban terlihat terluka dan mengeluarkan darah. Tubuhnya ditindih sebuah batang kayu di dalam kapal rusak tersebut. Menurut Suparno, pihak kepolisian tak bisa terlalu cepat mengambil kesimpulan. Untuk mengetahui penyebab kematian tentu akan digali beberapa informasi dari keluarga korban atau teman korban yang mengetahui sebelum Jufriadi ditemukan meninggal.
“Barang bukti yang ditemukan hanya telepon seluler merek Blackberry, melalui telepon selelur tersebut nanti akan ditelusuri sebelum kematian korban,” jelasnya. (nal/eza/fab/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
