
Sandro Rosell diduga terlibat kasus korupsi
JawaPos.com - Mantan Presiden Barcelona, Sandro Rosell, kini tengah diincar oleh FBI. Hal tersebut karena dia diduga terlibat dalam kasus korupsi di FIFA.
Memang, Rosell merupakan tokoh penting di FIFA saat dipimpin pleh Sepp Blatter. Dia merupakan orang kepercayaan Blatter dalam urusan bidding tuan rumah Piala Dunia.
Dikutip dari El Pais dan Barcablaugranes, Rosell dianggap punya andil dalam menerima uang suap dari Presiden Asosiasi Sepak Bola Brasil (CBF) dalm penentuan tuan rumah. Hal itu terungkap setelah dua mantan pejabat FIFA, Julio Rocha dan Rafael Esquivel menyebut nama Rosell saat diadili.
Selain itu, Rosell juga diduga terlibat kala FIFA mendapatkan dana sponsor sebesar 160 juta dollar paa 1996. Sebagian uang itu dinyatakan hilang dan dibagikan kepada para petinggi FIFA.
FIFA yang bekerja sama dengan FBI coba memburu Rosell. Mereka juga sudah bekerja sama dengan kepolisian Spanyol
Akan tetapi, sampai berita ini ditulis, belum ada keterangan dari pihak Rosell dalam kasus yang membelitnya itu. Namun, kabar buruk itu belakangan sangat ramai diperbincangkan. (ies/JPG)

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
