
Sandro Rosell diduga terlibat kasus korupsi
JawaPos.com - Mantan Presiden Barcelona, Sandro Rosell, kini tengah diincar oleh FBI. Hal tersebut karena dia diduga terlibat dalam kasus korupsi di FIFA.
Memang, Rosell merupakan tokoh penting di FIFA saat dipimpin pleh Sepp Blatter. Dia merupakan orang kepercayaan Blatter dalam urusan bidding tuan rumah Piala Dunia.
Dikutip dari El Pais dan Barcablaugranes, Rosell dianggap punya andil dalam menerima uang suap dari Presiden Asosiasi Sepak Bola Brasil (CBF) dalm penentuan tuan rumah. Hal itu terungkap setelah dua mantan pejabat FIFA, Julio Rocha dan Rafael Esquivel menyebut nama Rosell saat diadili.
Selain itu, Rosell juga diduga terlibat kala FIFA mendapatkan dana sponsor sebesar 160 juta dollar paa 1996. Sebagian uang itu dinyatakan hilang dan dibagikan kepada para petinggi FIFA.
FIFA yang bekerja sama dengan FBI coba memburu Rosell. Mereka juga sudah bekerja sama dengan kepolisian Spanyol
Akan tetapi, sampai berita ini ditulis, belum ada keterangan dari pihak Rosell dalam kasus yang membelitnya itu. Namun, kabar buruk itu belakangan sangat ramai diperbincangkan. (ies/JPG)

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
