
Basuki Tjahaja Purnama saat menemui warga DKI di Rumah Lembang beberapa waktu lalu.
JawaPos.com - Hubungan tim cagub DKI nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan warga Nahdlatul Ulama (NU) kian panas. Bahkan, masalah tersebut melebar. Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum terima pemimpinnya disebut tidak netral pada Pilgub DKI 2017. Terlebih, Ahok ternyata mengaku hanya bicara berdasar sebuah berita di media online.
MUI akhirnya akan selalu bersikap tegas. Bahkan, majelis itu menantang kubu Ahok untuk membuka bukti percakapan Kiai Ma'ruf dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Apalagi, dalam sidang, pengacara Ahok mengaku memiliki bukti lengkap. "Kalau benar memiliki bukti, ya disampaikan. Tampilkan dong transkripnya,'' ujar Komisi Hukum MUI Ikhsan Abdullah dalam diskusi bertajuk Ngeri-Ngeri Sadap di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu malam (4/2).
Dia menilai pengadilan tidak bersikap baik. Seharusnya, pengadilan tidak membiarkan Kiai Ma'ruf dicecar. Pengadilan, lanjut Ikhsan, juga harus mendesak kubu Ahok untuk menunjukkan bukti-bukti yang dimaksud.
Soal kegaduhan karena sikap Ahok, dia menyatakan bahwa Kiai Ma'ruf sudah sabar dan memaafkan. Itu bukti bahwa Kiai Ma'ruf masih menjadi panutan. Meski begitu, hubungan Ahok dengan NU tampak sudah sangat sulit dibenahi. Warga NU marah. Mereka juga diperintahkan para pemimpinnya untuk tidak memilih Ahok.
"Ini harus diperhatikan. Jangan sampai, isu di berbagai media mainstream membuat lengah," jelas Ketua Barisan Relawan Nusantara (BRN) Edysa Girsang kemarin.
Dia menambahkan, kelengahan publik sangat mungkin dimanfaatkan pihak-pihak dengan kepentingan tertentu untuk menabrak aturan. Pilgub DKI 2017 sejak awal memang menyedot perhatian. "Isu bakal adanya pemilih susupan itu sudah lama. Timbul tenggelam. Tidak pernah benar-benar hilang,'' katanya.
Betapa tidak, hingga saat ini, ternyata masih ada masalah dalam pendataan pemilih. Masih banyak warga yang dinyatakan tak masuk daftar pemilih tetap (DPT). Jadi, dimunculkan opsi memilih menggunakan surat keterangan (suket).
Selain itu, prediksi angka pemilih yang tak datang ke TPS masih tinggi. "Jangan sampai kondisi itu disalahgunakan dengan memanfaatkan isu-isu yang mencuat saat ini,'' ucap Edysa.
Secara sederhana, konflik Ahok-NU sudah menggambarkan kerugian besar bagi Ahok. Namun, hal tersebut dibantah serta tidak menyurutkan mental kubu Ahok dalam berjuang meraih kemenangan. "Publik berpikir sederhana. Suara NU besar sekali di DKI. Sebenarnya, sudah sangat berat bagi Ahok untuk lolos ke putaran dua sekalipun,'' tambahnya.
Bestari Barus, juru bicara tim kampanye pasangan Ahok-Djarot, menyatakan, perjuangan terus berjalan. Dia tidak terlalu peduli terhadap anggapan bahwa jagoannya sudah kehilangan banyak suara. "Yang penting bagaimana di TPS (tempat pemungutan suara, Red) nanti,'' ucapnya.
Dia sangat menghormati sikap segenap warga NU. Bagi dia, Ahok sudah melakukan yang terbaik. "Contohnya, meminta maaf," ungkapnya. (ydh/co3/ind/c24/diq)

Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Kirim Pulang Tuan Rumah
Kontroversial! Wasit Inggris Anthony Taylor Pimpin Portugal vs Spanyol di Piala Dunia 2026, Rekam Jejak Jadi Sorotan
Daftar 32 Negara Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Dirilis Iran, Indonesia Tak Masuk, Warganet Bertanya-tanya
Arogan Tonjok Pengendara di Jalan Jagakarsa, 'Bang Jago' Tak Berdaya Ditangkap di Rumahnya
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Bungkam Tuan Rumah
