
Warga yang menyebrang melihat lukisan yang dipajang oleh Komunitas seni Rumah Pohon di jembatan penyeberangan orang (JPO) Tiban, Kampung, Minggu (5/2).
JawaPos.com - Selama ini pameran lukisan kerap mengambil tempat sebuah galeri atau ruang-ruang khusus yang mudah mendatangkan pengunjung. Lain halnya dengan Komunitas seni Rumah Pohon yang menggelar pameran lukisan di Jembatan Penyebarangan Tiban Kampung, Minggu (5/2).
Pameran ini menampilkan lebih dari 30 lukisan dengan tema "Batam Tanpa Tema". "Acara seperti ini (seni) sangat jarang di Batam. Oleh karna itu kita kembali menghadirkannya dengan tujuan membangun kembali Batam yang berbudaya," ujar penggagas Rumah Pohon, Sutrianto A. P dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Senin (6/2).
Karena caranya berpameran cukup unik, tidak sedikit para pengguna jembatan penyeberangan mengapresiasi dan mengabadikan lokasi pameran itu untuk berfoto. "Saya sengaja datang untuk melihat lukisan-lukisan ini. Karena pameran seperti ini sangat jarang ya," ujar Nadia, warga Tiban.
Sutrianto A kembali menuturkan, pihaknya sengaja mengambil tema "Batam Tanpa Tema". Setiap anggota komunitas yang menggandeng kumpulan Anak Seni (KUAS) Politeknik Negeri Batam, bebas memilih tema, sepeti perwajahan Batam dan permasalahan kota ini. "Jadi apapun permasalahan di Batam, kita bisa menuangkannya di atas kanvas ini. Dan setiap orang dengan bebas menikmatinya karena kita tampilkan di ruang publik," katanya.
Menurut Sutrianto, saat ini kesenian di Batam sangat terkucilkan dan tidak ada peran dari pemerintah setempat. Pemerintah lebih mengambil peran dan kebijakan mengarah ke pembangunan dan perekonomian. "Kebijakan dari pemerintah ini akan merugikan perkembangan kebudayaan khususnya Batam. Dan ke depannya, kesenian rakyat ini semakin lama tidak akan mendapatkanruang yang cukup," terangnya.
Dia juga berharap para seniman di Batam lebih aktif lagi membagikan ilmu dan menggelar event. Generasi anak muda Batam saat ini memiliki potensi untuk membangun kebudayaan Batam. "Harapan saya para seniman di Batam juga lebih peduli terhadap kebudayaan Batam. Saya ingin Batam ini rama budaya," tuturnya.
Sutrianto mengaku kegiatan seperti ini akan berlangsung rutin setiap pekan dan bulannya dan lokasinya akan tetap mengambil ruang publik. "Lokasinya akan berpindah, yang pastinya di tempat terbuka. Dan dapat dinikmati seluruh masyarakat," pungkasnya. (opi/iil/JPG)

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
