
MELURUSKAN NILAI-NILAI: KH Salahuddin Wahid (dua dari kiri) memimpin deklarasi Pesan Kebangsaan Tebuireng kemarin.
JawaPos.com - Pengasuh Pesantren Tebuireng Salahuddin Wahid mengatakan bahwa masalah pendataan pada ulama oleh polisi yang sempat membuat para kiai di Jombang resah, tak perlu diperpanjang. Apalagi, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin langsung merespons pada Jumat malam (3/2) dengan mengunjungi Pesantren Tebuireng, Cukir, Diwek, Jombang. Jadi, tensi polemik mulai menyurut.
Bahkan, mereka menganggap hal tersebut atas dasar miskomunikasi. "Ya, sudah diralat Kapolda dan mudah-mudahan kami bisa bekerja sama dengan baik antara ulama, tokoh masyarakat, dan aparat maupun pihak keamanan dalam menjaga kehidupan yang rukun untuk mencegah timbulnya konflik dini,'' jelasnya.
Hanya, menilik langkah kepolisian dalam melakukan pendataan, Gus Solah menegaskan, seharusnya ada penjelasan dini agar tidak menimbulkan gejolak di kalangan alim ulama.
Nah, sementara itu, menyikapi sejumlah isu global maupun nasional soal maraknya sistem radikalisme yang kerap menimbulkan umat agama terbecah belah, Pesantren Tebuireng dan Universitas Hasyim Asy'ari mendeklarasikan Pesan Kebangsaan Sabtu (5/2). Mereka juga membentuk Pusat Kajian Pemikiran KH Hasyim Asy'ari.
Sebelum mendeklarasikan, pengasuh Pesantren Tebuireng Salahuddin Wahid mengajak seluruh peserta berziarah ke makam KH Hasyim Asy'ari. Selanjutnya, tepat pukul 10.00, agenda dimulai dengan diikuti tokoh agama dan cendekiawan. Di antaranya, Ketua Pusat Kajian Pemikiran KH Hasyim Asy'ari Dr Mif Rahim Syarkun, Prof Dr Masykuri Abdillah, Prof Dr Haris Supratno, dan Prof Dr KH Tholchah Hasan, menteri agama 1999-2001.
Salahuddin Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Solah menerangkan, tujuan utama deklarasi Pesan Kebangsaan Tebuireng dan peresmian Pusat Kajian Pemikiran KH Hasyim Asy'ari adalah meluruskan nilai-nilai yang telah diajarkan KH Hasyim Asy'ari untuk menangkal radikalisme. "Saat ini nilai-nilai yang diajarkan KH Hasyim Asy'ari yang merupakan ulama besar pendiri NU mulai dilupakan, baik jasa maupun nilai-nilai yang telah diajarkan,'' jelasnya.
Gus Solah menambahkan, masalah pendataan pada ulama oleh polisi tak perlu diperpanjang. Apalagi, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin langsung merespons pada Jumat malam (3/2) dengan mengunjungi Pesantren Tebuireng, Cukir, Diwek, Jombang. Jadi, tensi polemik mulai menyurut. (ang/nk/c25/diq)

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
