Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Februari 2017 | 13.36 WIB

Para Kiai Sempat Resah, Reaksi Gus Sholah Ini Bikin Adem

MELURUSKAN NILAI-NILAI: KH Salahuddin Wahid (dua dari kiri) memimpin deklarasi Pesan Kebangsaan Tebuireng kemarin. - Image

MELURUSKAN NILAI-NILAI: KH Salahuddin Wahid (dua dari kiri) memimpin deklarasi Pesan Kebangsaan Tebuireng kemarin.

JawaPos.com - Pengasuh Pesantren Tebuireng Salahuddin Wahid mengatakan bahwa masalah pendataan pada ulama oleh polisi yang sempat membuat para kiai di Jombang resah, tak perlu diperpanjang. Apalagi, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin langsung merespons pada Jumat malam (3/2) dengan mengunjungi Pesantren Tebuireng, Cukir, Diwek, Jombang. Jadi, tensi polemik mulai menyurut.



Bahkan, mereka menganggap hal tersebut atas dasar miskomunikasi. "Ya, sudah diralat Kapolda dan mudah-mudahan kami bisa bekerja sama dengan baik antara ulama, tokoh masyarakat, dan aparat maupun pihak keamanan dalam menjaga kehidupan yang rukun untuk mencegah timbulnya konflik dini,'' jelasnya.



Hanya, menilik langkah kepolisian dalam melakukan pendataan, Gus Solah menegaskan, seharusnya ada penjelasan dini agar tidak menimbulkan gejolak di kalangan alim ulama.



Nah, sementara itu, menyikapi sejumlah isu global maupun nasional soal maraknya sistem radikalisme yang kerap menimbulkan umat agama terbecah belah, Pesantren Tebuireng dan Universitas Hasyim Asy'ari mendeklarasikan Pesan Kebangsaan Sabtu (5/2). Mereka juga membentuk Pusat Kajian Pemikiran KH Hasyim Asy'ari.



Sebelum mendeklarasikan, pengasuh Pesantren Tebuireng Salahuddin Wahid mengajak seluruh peserta berziarah ke makam KH Hasyim Asy'ari. Selanjutnya, tepat pukul 10.00, agenda dimulai dengan diikuti tokoh agama dan cendekiawan. Di antaranya, Ketua Pusat Kajian Pemikiran KH Hasyim Asy'ari Dr Mif Rahim Syarkun, Prof Dr Masykuri Abdillah, Prof Dr Haris Supratno, dan Prof Dr KH Tholchah Hasan, menteri agama 1999-2001. 



Salahuddin Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Solah menerangkan, tujuan utama deklarasi Pesan Kebangsaan Tebuireng dan peresmian Pusat Kajian Pemikiran KH Hasyim Asy'ari adalah meluruskan nilai-nilai yang telah diajarkan KH Hasyim Asy'ari untuk menangkal radikalisme. "Saat ini nilai-nilai yang diajarkan KH Hasyim Asy'ari yang merupakan ulama besar pendiri NU mulai dilupakan, baik jasa maupun nilai-nilai yang telah diajarkan,'' jelasnya. 



Gus Solah menambahkan, masalah pendataan pada ulama oleh polisi tak perlu diperpanjang. Apalagi, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin langsung merespons pada Jumat malam (3/2) dengan mengunjungi Pesantren Tebuireng, Cukir, Diwek, Jombang. Jadi, tensi polemik mulai menyurut. (ang/nk/c25/diq)




Editor: Thomas Kukuh
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore