
Kamerun meraih titel kelima di Piala Afrika usai menaklukkan Mesir di final tahun ini.
JawaPos.com - Kamerun menahbiskan diri sebagai juara Piala Afrika 2017 usai menang 2-1 atas Mesir pada laga final di di Stade d'Angondje, Libreville, Senin (6/2) dini hari WIB.
Hasil ini membawa Kamerun meninggalkan Ghana sebagai pengoleksi gelar terbanyak kedua di ajang Piala Afrika. Kamerun mengoleksi 5 gelar dari 7 kali ke final, sedangkan Ghana 4 gelar dari 9 kali ke partai puncak.
Bagi Kamerun, kemenangan kali ini sekaligus membalas kekalahan dari Mesir pada partai final Piala Afrika 2008 di Ghana. Meski begitu, Kamerun belum mampu mengejar koleksi gelar Mesir sebagai penguasa Piala Afrika dengan total 7 trofi dari 9 kesempatan ke final.
Pada laga final kali ini, Mesir mampu mencetak gol lebih dahulu melalui Mohamed Elneny pada menit ke-22. Pemain asal klub Arsenal itu sukses menjebol gawang Fabrice Ondoa setelah memanfaatkan umpan winger asal AS Roma, Mohamed Salah.
Gol itu bertahan sampai jeda pertandingan dan membuat Kamerun bermain kian agreif pada paruh kedua. Nikolas N'Koulou akhirnya bisa menyamakan skor usai mengkonversi umpan Benjamin Moukandjo pada menit ke-59.
Dua menit jelang waktu normal berakhir, pemain yang baru masuk pada awal babak kedua, Vincent Aboubakar, muncul sebagai pahlawan Kamerun. Aboubakar menceploskan gol kemenangan pada menit ke-88.
Gelar ini menjadi bukti tanga dingin pelatih Hugo Broos, yang menyulap Kamerun dari tim tanpa motivasi, menjadi pasukan singa yang sulit dikalahkan dan haus kemenangan, sesuai julukan mereka Les Lions Indomptables.
"Memang benar ketika datang ke Kamerun setahun yang lalu, saya menemukan sekelompok pemain yang tidak termotivasi. Jadi saya harus mengubah itu," ucap Broos seperti dilansir Soccerway.
"Mereka datang tidak demi bermain untuk tim nasional, tetapi karena mereka diwajibkan. Karena pelatih meminta mereka untuk datang. Jadi, saya mengubah komposisi dan menaruh beberapa pemain muda lalu kami mulai melakukan pekerjaan yang baik," imbuhnya.
Kemenangan di Gabon bukan target puncak Kamerun. Mereka merasa masih bisa lebih baik dan mengejar target yang lebih tinggi, yaitu berprestasi di Piala Dunia 2018.
"Kami memiliki tim yang masih belum pada tingkat tertinggi. Kami bisa lebih baik, saya pikir ini hanya awal. Ini bukan sekelompok pemain sepak bola, ini adalah teman bermain. Itu sebabnya para pemain di bangku cadangan terus memotivasi. Melawan Senegal, melawan Ghana dan hari ini melawan Mesir, semua pemain membuat perbedaan," urai pelatih asal Belgia itu.
"Apa yang benar-benar penting bagi saya adalah hasil. Saya senang bahwa kami telah memenangi trofi ini. Menunjukkan bahwa kami telah bekerja dengan baik - terutama selama bulan-bulan terakhir," pungkasnya. (ira/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
