Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Februari 2017 | 11.09 WIB

Nasib Striker Iran di PSM Diputuskan Usai Piala Presiden 2017

Pouya Hossaini belum menunjukan sesuatu yang spesial sebagai seorang striker. - Image

Pouya Hossaini belum menunjukan sesuatu yang spesial sebagai seorang striker.

JawaPos.com - Pemain asal Iran yang mengikuti seleksi di PSM, Pouya Hossaini, belum menunjukan sesuatu yang spesial sebagai seorang striker. Masa depan Hossaini pun akan segera diputuskan selepas Piala Presiden 2017.


Kemampuan Hossaini yang dinilai biasa-biasa saja sejak mengikuti latihan perdana PSM di Lapangan Badan Pendidikan dan Latihan Pelayaran (BPLP) Barombong, Jumat (3/2). Saat latihan finishing touch, dia diduetkan dengan Andri, sementara Ferdinand Sinaga tandem dengan Titus Bonai. Mereka bergiliran menyelesaikan umpan silang dari sisi kiri dan kanan secara bergantian.


Jika dibandingkan dengan Ferdinand dan Tibo, Sepakan Hossaini masih lebih banyak yang tidak terarah ke gawang. Sementara, Ferdinand Sinaga lebih banyak mengeluarkan skill dengan gaya salto.


Beberapa masyarakat yang hadir di lapangan menilai, Hossaini tidak bisa mngeluarkan skillnya dengan maksimal karena pengaruh lapangan. Kondisi Lapangn BPLP Barombong memang tidak terlalu bagus. Tanah yang tidak rata, serta berlumpur karena hujan lebat yang mengguyur Kota Makassar sebelum latihan dimulai, membuat Pouya sedikit kesulitan beradaptasi.


Selain itu, beberpa penonton yang berada dipinggir lapangan menilai Hossaini masih grogi pada latihan perdana ini.


Pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts mengakui jika dirinya belum bisa menilai penampilan Hossaini sebab baru melihatnya sekali. “Pemain baru dari Iran, saya belum bisa bilang apa-apa, saya baru lihat,” katanya.


Jika saja Hossaini bisa memenuhi kriteria yang diinginkan Robert, mantan pemain Custom United-klub asal Thailand akan menjadi legiun asing terakhir PSM musim 2017 ini.


Robert mengaku, Turnamen Piala Presiden akan menjadi ajang pembuktian Pouya Hossaini. Dia akan menetukan layak tidaknya pemain bersangkutan direkrut setelah gelaran turnamen tersebut. “Saya akan berikan penilain setelah kita bertanding di Bandung,” katanya.


CEO PSM Munafri Arifuddin mengatakan, Pouya Hossaini baru satu kali latihan sehingga ia belum belum bisa memberi penilaian, “Kebetulan kita akan ikut Piala Prsiden, kita akan lihat kualitasanya di turnamen itu,” kata Muanfri.


Menurut pria yang akrab diapa Appi tersebut, jika Pouya Hosseini tidak sesuai dengan kriteria pemain yang dibutuhkan PSM Makassar, maka manajemen akan mencari pengganti sebelum bursa transfer ditutup.


“Kalau tidak jadi, kan masih ada piliha diluar, jangan sampai kita sudah pastikan pemain, dan terjadi sesuatu, umpamanya ada cedera tentu kita cari perganti,” kata Munafri. (pojoksulsel/ira/JPG)

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore