
Gideon Way punya kelebihan yang tak dimiliki gelandang bertahan lain di skuad Persiba.
JawaPos.com - Perebutan posisi gelandang bertahan di line up Persiba Balikpapan bakal memanas. Kehadiran Isna Irfansyah, pemain yang masih menjalani proses seleksi, tak lantas membuat pemain senior Gideon Victor Way ciut.
Sebelumnya, Beruang Madu —julukan Persiba sudah punya tiga nama, yakni Bryan Cesar, Robi, dan Gideon Victor Way. Ketiganya pun memiliki kelebihan masing-masing. Bryan punya keunggulan menjaga bola dan melakukan passing. Dengan akurasi operan apik, dia bisa mengambil keputusan langsung mengirim bola ke striker.
Sementara Robi, dengan usianya yang belum genap 22 tahun, sangat layak diberi kesempatan untuk memenuhi kuota tiga pemain muda yang harus ditampilkan di babak pertama. Mantan penggawa Persewangi Banyuwangi tersebut bertipikal pekerja keras. Tak kenal kompromi.
Gideon Way punya ketenangan dan pintar membaca alur serangan lawan. Pergerakannya selalu efektif.
Banyaknya pemain di posisi tersebut, tak lantas membuat Pelatih Persiba Timo Scheunemann pusing. Justru dia mengaku senang karena punya banyak pilihan. Apalagi di Liga 1 2017 nanti, dia berencana menggunakan formasi 4-1-4-1 atau 4-4-2. Skema dengan peran gelandang bertahan yang begitu penting. Sebagai pemutus alur bola sebelum masuk ke jantung pertahanan.
Pria blasteran Indonesia-Jerman itu memastikan, pemilihan pemain dipastikan berjalan fair. “Saya sudah jelaskan kepada mereka, bahwa tidak ada pemain inti. Semua punya kesempatan sama. Bergantung kondisi tiga hari jelang pertandingan,” kata Timo, kemarin (2/2).
Mantan juru taktik Persema Malang itu pun sudah memberi pengertian kepada anak asuhnya mengenai regulasi baru yang diterapkan PSSI, terkait penggunaan pemain di bawah 23 tahun. Artinya, jika dirinya membutuhkan Robi di lini tengah, Gideon dan Bryan harus mengerti dan mengalah. “Jadi selain bersaing dengan fair, pemain dituntut saling pengertian. Supaya kesolidan tim tetap terjaga,” sambungnya.
Terpisah, Gideon Way mengaku siap bersaing dengan para pemain muda meski usianya kini sudah kepala tiga. “Pemain lain punya kehebatan sendiri-sendiri tapi saya tetap akan bersaing dengan fair untuk tim. Selebihnya saya serahkan kepada pelatih. Beliau yang lebih tahu dan mengerti kebutuhan tim,” terang Gideon. (ndu/bby/k9/ira/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
