
Ilustrasi
JawaPos.com - Potensi lahan rawa yang besar di Indonesia belum dimanfaatkan secara penuh untuk meningkatkan produksi pertanian. Kondisi ini memantik keinginan Prof Dr Ir H Rujito Agus Suwignyo MAgr untuk mengembangkan varietas unggul bibit padi di rawa. Apa saja yang telah dilakukan?
“Tanaman di budidaya rawa atau lebak itu sulit. Sering banjir, atau tanah kering saat kemarau. PH rendah, rentan terserang penyakit dan keracunan logam,” jelas Rujito mengenai sejumlah tantangan dalam pengembangan rawa sebagai lahan pertanian.
Itulah kenapa, kata dia, lahan rawa di Indonesia, khususnya Sumatera Selatan belum banyak dioptimalkan petani. "Saya tertarik untuk mengangkatnya karena sayang cukup banyak lahan rawa di Sumsel yang bisa digarap," tuturnya.
Permasalahan kompleks di lahan ini, terangnya, sering ia presentasikan. Bagai gayung bersambut, pada seminar Crop Science se Asia di Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 2011 silam, mendapat respons ang cukup baik.
"Apa yang kita sampaikan ternyata menarik perhatian peneliti Jepang. Dan terjalinlah kerja sama di 2012, melibatkan kedua negara, Indonesia dan Jepang untuk proyek ini," ungkap dosen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian (FP) Unsri tersebut.
Selain membiayai penelitian, lima Universitas asal Jepang ikut ambil bagian. Seperti Kagoshima University, Nagoya University, Mie University, Tohoku University, Tokyo University. Ditambah dua lembaga penelitian, JIRCAS dan NICS. Para profesor serta doktor terlibat, sebagian merupakan kakak tingkatnya.
Diakuinya, terlibatnya Jepang dalam peningkatan produksi padi di lahan rawa, lebih karena kondisi alam. Dia mengaku banyak peneliti lahan rawa di Jepang. “Cuma di Jepang tidak ada yang namanya lahan rawa kayak kita. Mereka itu kan punya empat musim, bukannya negara tropis seperti Indonesia. Makanya peneliti Jepang banyak datang ke kita atau Thailand,” jelasnya seperti ditulis Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), Minggu (5/2).
Setelah penelitian berjalan, calon varietas unggulan pun disiapkan dari Laboratorium Nagoya University dan Kampus Unsri di Inderalaya. Diambillah beberapa bibit benih padi berbeda. Jepang, lanjutnya, menyumbang benih unggulan tahan penyakit serta toleran terhadap logam.
Sementara Unsri dan IPB dari Indonesia, menyumbang benih padi lokal, tahan rendaman. Benih asal Balai Besar (BB) Padi Sukamandi itu, kemudian dikirim ke Jepang.
Hingga 2016 silam, kerja sama lintas negara ini pun berakhir, calon varietas baru sudah didapat. Rencananya, calon varietas asal Jepang ini, bakal diuji coba di Sumsel. Namun, sejumlah prosedur harus dilakukan. “Kedua negara, harus buat proposal kerja sama baru. Ini juga sedang saya siapkan,” ucap Rujito sembari menunjukkan proposal berbahasa Jepang dari layar laptopnya.
Jika seluruh urusan selesai, calon varietas baru itu masih harus dipilih lagi setelah panen. Selain sifat tahan penyakit, toleran logam serta tahan banjir, benih dengan produksi tinggi serta rasa yang enak akan diambil. “Rencana kita, nomor seri padi hasil seleksi nanti, kita buatkan nama Unsri Para. Kepanjangan dari Padi Rawa,” urainya.(Wiwin Kurniawan/ce2/nas/JPG)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
