Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Februari 2017 | 17.42 WIB

Gandeng MUI, BNN Siap Berjihad

Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Ma - Image

Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Ma


JawaPos.com - Kekuatan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan dalam memberantas peredaran narkoba semakin bertambah. Tak hanya mengandalkan penindakan, BNNK juga menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim dalam hal pencegahan.


Kepala BNNK Balikpapan, Halomoan Tampubolon mengatakan, dalam memerangi narkoba perlu kepedulian dari semua aspek masyarakat. Termasuk tokoh agama yang berpengaruh bagi umat. Karena itulah, MUI Kaltim membentuk Gerakan Nasional Anti Narkoba. Deklarasi digelar di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, kemarin (4/2). Pelantikan gerakan ini dihadiri langsung Ketua MUI Pusat, KH Ma’ruf Amin. 


"Dengan bergabungnya MUI, satgas antinarkoba menunjukkan kepedulian yang tinggi di masyarakat. Nantinya satgas ini akan kami bina tentang pembagian tugas yang akan dilakukan,” katanya kemarin.


Pembagian tugas yang dimaksud adalah, bagaimana penanganan satgas ketika menemukan warga yang sudah telanjur kecanduan. “Nanti kita bantu dalam melakukan advokasi," ujarnya saat ditemui di Hotel Gran Senyiur Balikpapan.


Dia menjelaskan, Satgas Anti Narkoba MUI berkoordinasi dan bekerja sama dengan satgas yang sebelumnya telah dibentuk. Seperti Insano, Duta Anti Narkoba dan Satgas Bersinar yang dibentuk di tiap kelurahan. Satgas ini kemudian ini bergabung dengan penegak hukum, seperti Polda, Polres, dan BNN. 


"Satgas ini berkomitmen untuk  berjihad melawan narkoba. Kami harap dengan tambahan satgas ini, bisa menekan pertumbuhan narkoba di Balikpapan. Sehingga kita tak lagi berada di posisi peringkat kedua penyalahgunaan narkoba di Kaltim. Dan pertumbuhan narkoba 0,3 persen bisa kami cegah,” harapnya. Halomoan mengakui, daerah yang rawan penyalahgunaan narkoba di Balikpapan ada Kelurahan Baru (Balikpapan Barat) dan Kelurahan Manggar (Balikpapan Timur).


Terpisah, Wali Kota Rizal Effendi meminta agar satgas yang terbentuk benar-benar menunjukkan aksi nyata dalam memberantas narkoba. Sebab narkoba merupakan persoalan serius yang bisa menghancurkan generasi bangsa. Apalagi melihat kondisi geografis Kaltim yang berbatasan dengan Malaysia membuat peredaran narkoba sangat rawan. 


"Upayanya bisa menyadarkan umat lewat khotbah yang diberikan kiai dan ulama. Menyelipkan pesan antinarkoba. Karena selama ini masyarakat kurang menganggap narkoba berbahaya dan pesan-pesan yang diselipkan di khotbah mengenai hal itu masih kurang," katanya. (*/ane/riz/k18/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore