
Robert Alberts masih menyimpan sederet pertanyaan terkait regulasi pemain U-23 yang diterapkan.
JawaPos.com - Pelatih PSM, Robert Rene Alberts mengaku masih bingung dengan regulasi yang mewajibkan pemain U-23 diturunkan di Piala Presiden dan kompetisi Liga 1 musim 2017.
Dalam aturan tersebut, setiap tim wajib memainkan minimal tiga pemain U-23 setiap pertandingan minimal 45 Menit. Upaya itu dilakukan oleh PSSI untuk mempermudah kinerja Luis Milla guna mencari pemain Timnas U-23 Indonesia yang akan dipersiapkan untuk SEA Games 2017.
Robert paham betul, selain sebagai ajang seleksi pemain, aturan yang diterapkan di Piala Presiden ini sekaligus uji coba regulasi pada kompetisi Liga 1 musim 2017. Seperti diketahui, PSSI mengeluarkan aturan, setiap klub yang akan bermain di Liga 1, wajib mengontrak minimal lima pemain U-23, dan minimal 3 harus dipasang sebagai starter.
Robert mengatakan, aturan yang mewajibkan pemain U-23 bermain minimal 45 menit sejatinya masih belum jelas alias kabur. “Yang kita tahu harus main dengan pemain U-23, paling tidak mereka main 45 menit,” kata Robert.
Namun, kata pelatih kebangsaan Belanda itu, misalnya salah satu pemain U-23 dimainkan sebagai starter lalu mereka cedera pada 10 menit pertama, apakah tim akan main dengan 10 orang atau bisa ganti. “Karena ini yang cedera belum main 45 menit. Dan tidak ada yang bisa kasih saya jawaban,” kata Robert.
Persoalan lain, menurut Robert, jika di Liga 1 setiap tim diwajibkan mengontrak lima pemain U-21. Namun melalui Piala Presiden, dua di antaranya terpilih membela Timnas, berarti setiap tim hanya memiliki tiga pemain U-23
“Misalnya, dua pemain kita diambil timnas, karena kita selalu hasilkan pemain muda yang bagus, artinya kita hanya punya tiga pemain U-23. Lalu, saat liga digulirkan nantinya, satu pemain akumulasi, dan satu lagi cedera, maka kita hanya punya satu pemain U-23 saja,” urai Robert.
“Apakah kita main dengan 9 orang? tidak ada yang bisa kasih saya jawaban,” ungkap Robert dengan kritis.
Atas dasar itu, Robert menilai penyelenggara terkesan tidak serius dalam menggelar turnamen dan mempersiapkan regulasi kompetisi. “Bagaimana mereka arahkan kita untuk serius pada turnamen ini padahal mereka tidak serius,” jelasnya.
“Dan saya coba mempersiapkan tim saya sebagus mungkin. dan kita sudah mendapatkan tim yang bagus, dan juga pemain U-23 yang menjanjikan,” katanya. (pojoksulsel/ira/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
