Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Februari 2017 | 13.23 WIB

Aremania Jadi Sorotan, Dilarang Lontarkan Chant Negatif

Aremania bakal mendapat sorotan pada laga perdana Piala Presiden 2017. - Image

Aremania bakal mendapat sorotan pada laga perdana Piala Presiden 2017.

JawaPos.com - Arema FC akan memulai laga perdana di Piala Presiden pada Minggu (5/2) sore. Sorotan bukan cuma hanya pada tim asuhan Aji Santoso saja. Aremania juga pantas disorot dalam laga nanti. 


Pasalnya, sebagai suporter yang pernah menyandang sebagai pendukung terbaik di tanah air, kini statusnya bisa saja kalah karena sering mengeluarkan chant ejekan kepada tim lawan, bahkan suporter tim lain yang sebenarnya tidak berlaga.


“Kini saatnya Aremania sama-sama berbenah. Dalam 1-2 tahun terakhir, chant bunuh, atau kata seperti ja***k masih sering terdengar. Padahal, di tim lain sudah tidak ada,” ujar Ferry Anggriawan Charima, Aremania Kepanjen, kepada Malang Post (Jawa Pos Group).


Menurutnya, Aremania bisa mulai memperhatikan pendukung tim lain. Yang kini berfokus pada dukungan kepada tim sendiri ketika bernyanyi. Kalaupun memberikan teror, diakuinya dengan cara yang bagus dan tanpa mengeluarkan kata-kata tidak pantas.


“Tahun 2017 kita harus mulai berfokus pada dukung tim sendiri. Jangan menyebut suporter lain seperti Bonek atau Viking, yang justru menguntungkan mereka,” ungkapnya.


Ferry mengatakan, dengan menyebut suporter tim lain, yang beruntung adalah tim atau suporter yang sejatinya tidak ada dalam pertandingan. “Ya seperti itu justru membuat Bonek semakin terkenal. Saya yakin, sudah banyak yang risih dengan nyanyian seperti itu. Apalagi, banyak anak-anak juga yang bisa meniru,” urai dia.


Sementara, jika ingin menjaga rivalitas dengan Bonek, dia berharap ada rivalitas yang cerdas. “Kalau kita bertemu Persebaya, baru berikan tekanan pada pemain mereka. Kalau mereka tidak bermain kita sebut-sebut, enak mereka semakin terkenal,” tegasnya.


Dia merasa iri dengan suporter lain, pendukung PSS Sleman misalnya. Nyanyian fokus pada tim sendiri dan beberapa suporter membuat koreo yang kreatif. “Jangan sampai kita jauh tertinggal,” imbuh dia.


Dalam laga pembuka kemarin, pendukung PSS Sleman banjir pujian. Dukungan kepada timnya Super Elang Jawa itu maksimal dan Stadion Maguwoharjo diisi oleh lebih dari 30 ribu penonton.


“Lebih baik kata yang tidak pantas diganti, misalnya menjadi Singo Edan Jadi Juara,” tulis Akun Aremania Brawijaya di media sosial, Twitter.


Selain itu, tidak sedikit Aremania yang lain bersuara terkait ajakan memberikan dukungan tanpa ‘misuh’ ini. “Ayo mewarisi generasi Aremania yang lebih sportif dengan kata yang tidak provokatif,” tegas Adi Suyono, Aremania Sawojajar.


Dia mengakui, memang sulit namun pasti bisa. Selain itu, dia meyakini jika laga pembuka yang berlangsung di Sleman bisa menjadi acuan.


“Di Twitter atau Instagram kan ramai. Akun-akun media sosial mulai menyuarakan untuk menghilangkan nyanyian tidak mendidik. Coba dalam laga perdana besok, paling tidak sedikit demi sedikit dihilangkan,” harap dia. (ley/jon/ira/JPG)

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore