
Pakar Kesehatan UI, Agung Waluyo
JawaPos.com – Makanan sering menjadi sumber penyakit jika dikonsumsi berlebihan. Setiap orang harus memiliki alarm atau kesadaran untuk membatasi jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi. Ada banyak makanan tak sehat yang bisa memicu terjadinya kanker.
Di Hari Kanker Sedunia, Pakar Kesehatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Agung Waluyo, Sabtu (4/2) menjelaskan sejumlah makanan yang harus dibatasi konsumsinya. Makanan ini sering menggoda setiap hari.
“Sekali per enam bulan, sekali setahun boleh. Karena kita tak mungkin juga berpikir maut bisa kita hindari dengan diet ketat tanpa santan atau tanpa lemak. Kita pasti akan bertemu makanan itu, terutama untuk kita yang aktif bekerja pasti ada undangan meeting lunch. Saat itu boleh dibuat sebagai Holiday in Diet,” kata ahli di bidang Keperawatan Medikal Bedah ini.
1. Gorengan
Pilih makanan sehat dengan menjauhi makanan yang digoreng dengan minyak jelantah. Makan makanan yang hanya menggunakan minyak goreng sekali pakai.
2. Daging dan Santan
Daging yang terlalu banyak lemak menjadi tidak sehat, begitu pula santan yang mengandung tinggi lemak. Pilih daging yang tidak terlalu banyak lemaknya. Banyak ibu rumah tangga suka dengan daging banyak lemak karena lebih gurih jika dibuat kaldu.
3. Wagyu
Daging wagyu saat ini banyak digemari menjadi salah satu menu restoran yang sedang populer. Sesuatu yang lezat wajib dibatasi. Daging wagyu memiliki banyak lemak di bagian tengah daging
4. Steak
Steak lebih bagus dimasak dengan matang. Pertimbangan itu muncul karena daging di Indonesia yang berasal dari peternakan perorangan tak jamin bisa bebas dari penyakit. Bisa jadi peternakan perorangan, jarang melakukan imunisasi kepada hewan ternak. Pilih steak yang sedikit lemak lebih baik.
5. Bakso Kampung dan Sop Tulang Sumsum
Mana lebih sehat makan steak sedikit lemak atau bakso kampung? Sepanjang steak tersebut memiliki lemak yang rendah, maka lebih baik untuk disantap. Sedangkan bakso kampung jika menggunakan lemak yang tinggi seperti tetelan atau sumsum tulang yang tinggi lemak, justru tidak sehat. Sop tulang sumsum juga memiliki rasa yang gurih apalagi menyantapnya dengan menyedot lemak dari dalam tulang. (cr1/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
