
Piala Presiden akan dimulai Sabtu sore (4/2) di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
JawaPos.com- Buang jauh lebih dulu berbagai ”kecurigaan” terhadap turnamen pramusim seperti Piala Presiden. Baik tentang ketidakseriusan klub bertanding maupun yang hanya menjadikan medium penyeleksian pemain.
Sebab, laga pembuka Sabtu sore nanti langsung menawarkan pertaruhan gengsi dari dua tim papan atas di dua divisi teratas tanah air. Yakni, PSS Sleman, runner-up Indonesia Soccer Championship B, dan Persipura, kampiun Indonesia Soccer Championship (ISC). ”Kami ingin bermain baik di turnamen itu,” kata pelatih PSS Freddy Muli kepada Jawa Pos Radar Jogja.
Tantangan tersebut langsung direspons asisten pelatih Persipura Mettu Duaramuri, ”Kami siap bertempur.” Hal itu masih ditambah bakal bergemuruhnya dukungan pendukung PSS yang bertindak sebagai tuan rumah grup A Piala Presiden di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Suporter Super Elang Jawa –julukan PSS– sudah lama dikenal sebagai salah satu yang paling atraktif di tribun stadion.
Dukungan dari tribun itu sangat dibutuhkan PSS. Sebab, yang akan mereka hadapi adalah klub paling konsisten di Indonesia selama hampir satu dekade terakhir.
Sejak 2009–2014, Persipura tiga kali menjuarai Indonesia Super League (ISL, kini Liga 1) dan dua kali menjadi runner-up. Di ISC yang merupakan kompetisi tak resmi pengganti ISL, Mutiara Hitam –julukan Persipura– kembali menjadi yang terbaik.
Jadi, kepergian bek setangguh Bio Paulin Pierre sekali pun, tampaknya, tak akan banyak mereduksi kekuatan Mutiara Hitam. ”Jangankan kehilangan seorang pemain, sepuluh pemain pergi dari Persipura tidak akan berpengaruh bagi tim,” ujar Mettu.
Sangat mungkin, kedua tim bakal bermain dengan skema 4-3-3. Bagi PSS, formasi itu baru mereka mainkan setelah Freddy ditunjuk sebagai pengganti Seto Nurdiantoro. Di bawah Seto, Super Elang Jawa biasa tampil dengan format 4-2-3-1.
Freddy sangat mengandalkan kedua sayap untuk terlibat dalam proses bertahan dan menyerang. ”Pemain harus mobile. Termasuk jika bertahan sampai ke dalam,” bebernya. Meski begitu, dia mengaku masih ada celah dari timnya. Salah satunya lemah mengantisipasi serangan balik. Freddy lantas merujuk gol-gol cepat PSCS Cilacap di partai puncak ISC-B pada akhir Desember 2016. Di samping itu, mereka sulit mencari gelandang dengan tipe breaker.
Padahal, sebagaimana diketahui, serangan balik merupakan senjata andalan Persipura untuk membongkar pertahanan lawan. Apalagi, skuad mereka tidak banyak mengalami perubahan dari ISC.
Winger gesit Ferinando Pahabol dan penyerang berpengalaman Boaz Solossa jelas merupakan ancaman nyata tuan rumah. Ditambah keberadaan penggawa belia seperti Marinus Maryanto yang juga memiliki kecepatan tinggi. (io/riz/c16/ttg)

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
