Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Februari 2017 | 17.16 WIB

Lubang Maut di Perak Timur, Terlepas dari Boncengan Ibu, Anak Terlindas Trailer

TRAGIS: Virza Ramadhani, 8, menun- jukkan foto adiknya, Ziani Ghezzal, 6, yang tewas terlindas trailer. - Image

TRAGIS: Virza Ramadhani, 8, menun- jukkan foto adiknya, Ziani Ghezzal, 6, yang tewas terlindas trailer.


JawaPos.com - Jerit tangis Aminah pecah saat melihat buah hatinya tak lagi bernyawa. Dipeluknya Ziani Ghezzal. Darah yang menetes dari kepala bocah 6 tahun itu sekejap membasahi seluruh pakaian Aminah. Sesekali, di tengah derai tangis tersebut, dia memanggil nama sang anak. Berkali-kali dan membuat miris siapa pun yang mendengarnya. 



Ziani tewas dalam kecelakaan di Jalan Perak Timur kemarin (3/2) sekitar pukul 10.00. Tubuhnya terpental setelah terlepas dari boncengan sang ibu. Tubuh kecilnya yang jatuh ke kanan dilindas trailer bernopol L 8199 UO.



Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Mas Arjaka mengatakan, dalam peristiwa itu Honda Beat memang ditumpangi tiga orang. Aminah menyetir. Azzara Aldjufri, 4, duduk di depan. Adapun Ziani duduk di belakang sambil memegang pinggang ibunya. Mereka berencana menjemput anak kedua Aminah, Virza Ramadhani, di sekolah yang berlokasi di sekitar Jalan Perak Barat.



Mereka melaju dari utara ke se­latan. "Kecepatannya sekitar 40-60 kilometer per jam," tutur Arjaka. Nah, di sekitar perkantoran nomor 232, Aminah berniat menyalip trailer di depannya. Dia lantas mengambil lajur kiri. Sambil terus menambah kecepatan, ibu lima anak itu tidak menyadari bahwa ada lubang selebar setengah meter di depannya.



Sempat mengerem, motor bernopol L 5053 PF itu tetap saja menerjang lubang. Saking cepatnya, motor itu oleng ke kanan. Aminah refleks menjatuhkan diri ke kiri, lantas menarik Azzara. Sayang, Ziani yang berada di belakangnya terjatuh ke kanan.



Korban tepat berada di tengah trailer. Seketika roda kiri bagian belakang trailer langsung melindas kepala Ziani. Bocah itu tewas dengan kepala yang pecah. Sedangkan Aminah serta Azzara hanya lecet-lecet di kaki dan tangan. "Setelah dapat laporan, kami langsung mengirimkan anggota ke lokasi," sambung Arjaka. 



Jasad Ziani dibawa ke Rumah Sakit PHC untuk diotopsi. Selanjutnya, sekitar pukul 15.00, jasad bocah yang masih duduk di bangku TK itu dimakamkan di TPU Pegirian, Surabaya.



Arjaka menegaskan sudah berkali-kali meminta pemerintah untuk segera memperbaiki jalan yang berlubang. Sebab, di wilayahnya, sudah banyak korban tewas karena terperosok ataupun terjatuh gara-gara jalan rusak. "Kebanyakan korbannya roda dua," tegasnya.



Mantan Kanitlantas Polsek Gedangan itu mengimbau pengendara motor berhati-hati saat melintas di sekitar wilayah Perak Timur, Perak Barat, dan jalur Kalianak. Banyaknya jalan yang rusak dan dominasi kendaraan berat membuat pengendara roda dua rawan menjadi korban kecelakaan. 



"Walaupun kami sudah beri peringatan, semua kembali kepada pengendaranya. Jangan salip dari lajur kiri dan kurangi kecepatan," ucap dia. 



Sementara itu, pada musim penghujan kerusakan jalan terus bertambah. Saat ini ada kerusakan di Jalan Gresik Gadukan atau sisi barat Jalan Kalianak. Permukaan jalan di ruas tersebut mulai bergelombang. Juga, banyak kerikil yang menjadikan jalan licin. 



Hingga kini kondisi Jalan Kalianak belum bisa disebut ideal. Memang Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII sudah melakukan penambalan di lokasi tersebut. Tetapi, permasalahan di lokasi itu belumlah tuntas.



Berdasar hasil penelusuran di lapangan, masih banyak lubang di lokasi tersebut. Utamanya jalan di sisi utara atau arah Gresik ke Surabaya. Permukaan aspal bergelombang dan ada sejumlah lubang kecil tapi cukup dalam. Jika truk atau kendaraan berat yang melintas, lubang tersebut tidak terasa. Sangat berbeda apabila pengendara menggunakan sepeda motor, bisa terjungkal. 



Pasir dan kerikil juga menyelimuti permukaan aspal tersebut. Pengendara roda dua harus ekstrahati-hati saat melintasi jalan itu. Dengan kecepatan normal, yakni 40 hingga 60 kilometer per jam, ban rawan tergelincir. Apalagi saat pengendara harus mengerem mendadak, ban berpotensi selip. 



Arif Hidayat, pedagang warung kopi di tepi jalan tersebut, mengatakan bahwa kecelakaan sering disebabkan lubang. Kebanyakan korban adalah pengendara sepeda motor yang terperosok lubang, lalu terpelanting. Tubuh korban dihantam truk yang berada di belakang atau di sampingnya. Rata-rata korban meninggal karena terlindas truk, bukan benturan aspal. "Semua pasti diawali dengan masuk jeglongan (lubang, Red)," jelasnya 

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore