
KH Salahuddin Wahid, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang
JawaPos.com - Para kiai yang menjadi pengasuh sejumlah pesantrenn di Jombang, Jawa Timur kini sedang resah. Pasalnya, Polres Jombang telah menyebar lembar isian untuk mendata para kiai di sana. Tak pelak sejumlah kiai memprotes dan mempertanyakan tujuan pihak kepolisian.
Menanggapi keresahan para kiai itu, Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto angkat bicara. Dia pun menyampaikan permintaan maaf atas terjadinya kesalahpahaman tersebut. Dia lantas menjelaskan tujuan pedataan para kiai tersebut. “Pendataan tersebut dilakukan untuk update potensi masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat sekitar,” kata Agung.
Kata dia, langkah pendataan itu tidak ada hubungannya dengan masalah intoleransi yang saat ini sedang mencuat. “Justru kita mencegah intoleransi merebak di Jombang. Saya tegaskan seyakin-yakinnya tidak ada indikasi ke arah sana,” ujarnya.
Meski demikian, dirinya tak menampik jika cara yang dilakukan anggotanya tidak seharusnya dilakukan. “Teknisnya memang kurang tepat. Dari babinkamtibmas menyebarkan angket, harusnya datang langsung. Untuk kesalahpahaman ini, saya sampaikan permohonan maaf kepada para kiai,” tegasnya. (nas/nk)
Seperti diketahui, salah satu kiai yang keras mempertanyakan cara polisi itu adalah KH Salahuddin Wahid, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. "Ya duduk bareng lah, apa perlunya pendataan perlu diterangkan,"
Adik kandung Gus Dur tersebut juga menyesalkan cara yang diambil pihak kepolisian dalam melakukan pendataan. "Yang kami alami, formulir ditaruh di pos satpam. Seharusnya tidak begitu caranya. Duduk bareng, apa yang ingin dicapai," terangnya. (naz/nk/c11/end)

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
