Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Februari 2017 | 16.04 WIB

Jalan Nasional Lebak Amblas, Lalu Lintas Dialihkan

Pengendara motor melintas di jalan ambles yang ada di depan Terminal Bus Mandala Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. - Image

Pengendara motor melintas di jalan ambles yang ada di depan Terminal Bus Mandala Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

JawaPos.com - Jalan nasional di Kabupaten Lebak ambles hingga 50 centimeter. Tepatnya di depan Terminal Bus Mandala, Kecamatan Rangkasbitung. Akibatnya, arus lalu lintas terpaksa dialihkan ke Pasar Buah Mandala dari arah Pandeglang ke menuju jalan by pass Soekarno - Hatta maupun sebaliknya.

”Kerusakan jalan di depan terminal bus Mandala sudah lama terjadi. Namun, amblas hingga setengah meter baru dua hari lalu,” ungkap Sodik, pedagang di depan terminal kepada INDOPOS (Jawa Pos Group), kemarin (3/2).

Menurut Sodik, sudah tidak terhitung jumlah korban luka dan patah tulang akibat terperosok ke dalam lobang jalan saat melitas di sana. ”Korbannya kebanyakan pengendara motor. Itu terjadi sebelum arus lalu lintas dialihkan,” terangnya. Dia juga mengatakan, pengalihan arus lalu lintas ke pasar buah merupakan inisiatif warga.

”Kalau kami tidak mengalihkan arus lalu lintas, kami kuatir akan semakin banyak lagi korban,” ungkapnya. Apalagi, jalan yang amblas itu tidak ada sama sekali penerangan jalan umum. Sehingga malam jalan sangat gelap dan banyak pengendara roda dua yang terperosok.
”Bahkan kemaren ada mobil Avanza dari Jakarta yang patah per akibat masuk ke dalam lobang jalan,” tuturnya.

Kabag Humas Setda Lebak Eka Prasetiawan mengaku kecewa atas kondisi jalan nasinal yang dibiarkan rusak di daerahnya.

Pihaknya mempertanyakan keseriusan pemerintah pusat untuk membantu kondisi infrastruktur di Kabupaten Lebak, agar lebih layak dilalui oleh pengendara. Apalagi, saat ini Kabupaten Lebak masih menyandang status sebagai daerah tertinggal yang butuh dukungan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

”Pemkab Lebak sudah mengajukan beberapa kali permohonan kepada kementerian terkait agar memperbaiki kerusakan jalan nasional yang ada di Lebak, tapi sampai sekarang belum ada jawaban,” terang Eka, Jumat (3/2).

Dia berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera merealisasikan permohonan tersebut. Terutama, perbaikan jalur Cikande- Rangkasbitung (Cirabit) yang rusak parah karena jalan itu sangat aktif dilalui masyarakat.

”Semoga tahun ini diperbaiki. Tidak dibiarkan berlarut-larut kerusakannya. Kita khawatir, mengancam keselamatan pengendara,” katanya. Tidak adanya perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi jalan nasional juga dikeluhkan oleh Bupati Pandeglang, Irna Nurulita yang mengaku malu melihat kondisi jaan nasional yang ada di wilayahnya.

”Setiap bupati melintasi jalan nasional yang rusak, beliau selalu berpesan kepada saya untuk segera diperbaiki. Namun, saya jelaskan jika itu adalah jalan nasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat,” ujar Anwari Husnira, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataraan Ruang (PUPR) Pandeglang. (yas/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore